SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Meski dalam proses pembangunan gedung Polsek Ngantru di sebagian lahan Pasar Pojok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memastikan aktivitas para pedagang akan tetap beroperasi. Oleh karenanya untuk sementara, Pemkab bakal merelokasi 41 pedagang Pasar Pojok, Kecamatan Ngantru.
Diketahui, untuk proses pembangunan Polsek Ngantru akan memanfaatkan sisi utara area pasar, sementara aktivitas perdagangan tetap berlangsung di sisi selatan. Sehingga, terdapat 11 kios dan dua los yang terdampak langsung pembangunan tersebut, dengan total 41 pedagang yang harus direlokasi.
"Lahan yang digunakan untuk pembangunan hanya di sisi utara, sedangkan sisi selatan tetap digunakan pedagang untuk berjualan," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tulungagung Fajar Widariyanto, Minggu (05/04/2026).
Lebih lanjut, saat ini Pemkab Tulungagung telah menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS) agar para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya selama proses pembangunan berlangsung. Sebelumnya, relokasi sempat direncanakan ke Pasar Ngantru.
Namun, pedagang menolak karena mempertimbangkan jarak lokasi. "Kami sudah siapkan TPS karena pedagang keberatan jika dipindah ke Pasar Ngantru," ujarnya.
Pemkab Tulungagung telah menghibahkan sebagian aset Pasar Pojok untuk menjadi gedung baru Polsek Ngantru. Nantinya, gedung baru Polsek Ngantru akan menempati sisi utara Pasar Pojok. Sedangkan gedung baru Polsek Ngantru akan menempati sisi utara Pasar Pojok. Lalu, pada sisi selatan Pasar Pojok, nantinya akan tetap digunakan sebagai tempat berjualan para pedagang Pasar Pojok, sehingga aktivitas perdagangan disana tetap berjalan.
Perlu diketahui, untuk proses pembangunan TPS tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar yang dijadwalkan mulai pertengahan April 2026. Sehingga, dengan penyediaan TPS tersebut diharapkan aktivitas perdagangan di Pasar Pojok tetap berjalan tanpa mengganggu mata pencaharian pedagang. tl-03/dsy
Editor : Redaksi