SURABAYAPAGI.com - Terbaru, China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) telah menghasilkan sebuah roadmap untuk mewujudkan rencana tersebut. Rencananya, proyek jangka ini akan dikembangkan hingga 2040.
Ambisi Tiongkok untuk menjadi pimpinan di bidang luar angkasa ternyata tak main-main. Sejumlah rencana sudah disiapkan agar negara tersebut dapat menjadi unggulan di bidang antariksa.
Dikutip dari Engadget, proyek ini dimulai dengan roket Long March yang dimulai pada 1970. Lalu pada 2020, Long March 8--roket berbiaya murah--direncanakan siap untuk meluncur. Selepas itu, CASC berencana untuk menggunakan pesawat ulang alik yang dapat digunakan kembali pada 2025. Pesawat ini nantinya akan digunakan untuk kebutuhan tamasya luar angkasa.
Long March 9 dipersiapkan untuk terbang pada 2030. Terakhir pada 2040, badan antariksa tersebut berencana memiliki pesawat antariksa berbasis nuklir, tapi belum ada informasi tambahan seputar rencana ini. Untuk informasi, Tiongkok memang dikenal cukup ambisius untuk mengembangkan misi antariksanya. Pertengahan tahun ini, CASC sudah menyiapkan uji coba pada empat sukarelawan untuk menjalani kehidupan layaknya di luar angkasa.
Tiongkok sendiri menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Rusia yang berhasil mendarat di Bulan. Pada Desember 2013, pesawat tanpa awak milik Tiongkok berhasil mendarat di Bulan. yn
Editor : Redaksi