SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pagi yang cerah terdengar suara ledakan dua kali dan tembakan terjadi di Kenpark, Kamis (23/11) pagi. Terlihat beberapa warga yang diperagakan polisi bertaburan melihat situasi apa yang terjadi. Tak lama, tim Gegana Satbrimob Polda Jatim, dua penyandera berhasil dilumpuhkan.
Selain itu, benda yang dicurigai sebagai bom juga sudah terdeteksi dan dilakukan disruptor (peledakan) unit jibom Datasemen Gegana. Kejadian di atas hanya simulasi peragaan sispamkota (sistem pengamanan kota) dalam rangka antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah Polda Jatim. Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk pengecekan peralatan dan kesiapan personel mengamankan pilkada.
"Simulasi ini tadi mulai tingkatan yang landai aman hingga tingkat yang perlu penanganan khusus brimob. Semuanya sudah kita latih dan dibuat skenario kecil di tahun 2018,"terang Machfud, kemarin.
Dikatakan Machfud, nanti akan melibatkan semua stakeholder yang memang punya kepentingan pengamanan pilkada. Misalnya TNI dan tokoh agama.
"Siapa tahu dengan kehadiran para kiai dan ulama, bisa meredam emosi masyarakat. Polisi tidak perlu lagi tembak-menembak," jelas pati dengan dua bintang ini.
Namun, jika emosi tidak bisa diredam, lanjut Machfud maka akan dilakukan penahapan pengamanan sesuai prosedur yang ada.
"Kita mulai dengan Sabhara yang tidak dipersenjatai dan hanya pentungan. Jika tidak mempan lagi, ya brimob harus turun,” ujarnya.
Disinggung soal kerawanan di Jatim, Machfud menegaskan sudah dipetakan dengan mengacu pada pilkada lima tahun sebelumnya. "Kita sudah siap. Dan sudah kita petakan," pungkas Machfud lagi. Seperti simulasi kemarin, mulai penahapan awal pengiriman kota suara ke TPS. Di tengah jalan, tiba-tina dihadang orang tak bertanggungjawab namun berhasil ditangani.
Selanjutnya, kericuhan di TPS. Dimana salah satu pencoblos menggunakan kartu dobel. Di masa kampanye, petugas juga sigap jika terjadi tindakan yang menggagalkan. Termasuk saat calon gubernur berorasi tiba-tiba diserang pria bersenjata tajam, tapi digagalkan petugas yang pengamanan tertutup (pamtup). Massa terus anarkis dan mendatangi kantor KPU Jatim, hingga dibubarkan petugas mulai Sabhara hingga Brimob.
Ancaman penculikan juga terjadi pada tim sukses pasangan calon (paslon), hingga tim Satbrimob berhasil membebaskannya meski sempat terjadi baku tembak dan ledakan.nt
Editor : Redaksi