Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri datang langsung ke Kota Mojokerto untuk mempelajari strategi penanganan stunting yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto. SP/ DWI
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri datang langsung ke Kota Mojokerto untuk mempelajari strategi penanganan stunting yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri bahkan datang langsung bersama rombongan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) NTB untuk mempelajari strategi penanganan stunting yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto.

Kunjungan studi tiru tersebut diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Pemerintah Kota Mojokerto di Sabha Mandala Madya Balaikota Mojokerto, Rabu (13/5).

Wagub NTB mengaku sengaja memilih Kota Mojokerto karena dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan melalui kolaborasi lintas sektor dan berbagai inovasi yang dijalankan hingga tingkat bawah.

“Kami hadir di sini ingin mengetahui langsung, Kota Mojokerto dengan sejumlah intervensi dan program keroyokan yang dilaksanakan secara bersama mendapatkan angka penurunan stunting yang cukup tinggi. Kami tertarik untuk hadir dan rupanya salah satu yang menjadi keunggulan Kota Mojokerto adalah banyaknya inovasi,” tuturnya.

Lebih lanjut menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan besarnya anggaran, tetapi juga kesungguhan pemimpin dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kesungguhan hati, pola pendekatan dan sentuhan langsung dari pimpinan sampai ke tingkat bawah jauh lebih penting untuk menunjukkan kesuksesan dari setiap program,” ungkapnya.

Wagub NTB juga mengapresiasi kepemimpinan Ning Ita yang dinilai mampu menghadirkan berbagai capaian nyata bagi masyarakat.

“Saya bangga dapat mengunjungi Kota Mojokerto yang dipimpin oleh seorang perempuan, kita melihat realita apa saja prestasi yang sudah ditorehkan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, Kota Mojokerto memilih fokus membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan dan inovasi masyarakat yang dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam penanganan stunting, Pemerintah Kota Mojokerto melakukan intervensi berkelanjutan mulai dari pemantauan kesehatan remaja putri, pendampingan calon pengantin, pemeriksaan ibu hamil, pendampingan ibu pasca salin, hingga pemantauan tumbuh kembang anak balita.

Berbagai inovasi juga dijalankan untuk memperkuat upaya tersebut, di antaranya program Canting Gula Mojo, Gempa Genting, serta penguatan peran kader motivator kesehatan di seluruh wilayah Kota Mojokerto.

Dalam penanganan stunting, Kota Mojokerto mencatat tren penurunan setiap tahun. Berdasarkan data ePPGBM, prevalensi stunting turun dari 4,84 persen pada 2021 menjadi 3,12 persen pada 2022, kemudian 2,04 persen pada 2023, turun lagi menjadi 1,54 persen pada 2024, 1,07 persen pada 2025, hingga mencapai 0,92 persen pada 2026.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,3 miliar.

“Penurunan stunting Kota Mojokerto signifikan setiap tahun dan akhir 2025 kami mendapat insentif fiskal Rp6,3 miliar dari pemerintah pusat,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Keberhasilan itu, lanjutnya, tidak lepas dari peran ribuan kader kesehatan yang menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

“Kami punya 1.619 kader motivator kesehatan, 99 persen perempuan, yang menjadi ‘tentara’ penggerak kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Kota Mojokerto juga telah menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat melalui program Gempa Genting sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) diterapkan pemerintah pusat.

“Sebelum program MBG berjalan, Kota Mojokerto sudah lebih dulu menerapkan pola penyediaan makanan bergizi melalui program Gempa Genting,” pungkasnya.

Kunjungan studi tiru tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antardaerah dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. dwi

Berita Terbaru

Gubernur Khofifah pantau pengambilan PIN pendaftaran Sekolah SMA

Gubernur Khofifah pantau pengambilan PIN pendaftaran Sekolah SMA

Rabu, 03 Jun 2026 11:43 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 11:43 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa Selsa (2/6/2026) melakukan pemantauan pengambilan PIN sistempenerimaan murid baru (SPMB)…

Jembatan Gondang Jalur Tulungagung-Trenggalek Ditutup Total 6 Bulan

Jembatan Gondang Jalur Tulungagung-Trenggalek Ditutup Total 6 Bulan

Rabu, 03 Jun 2026 11:37 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 11:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti proses perbaikan yang dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), jembatan Gondang 1 di ruas…

Hadapi Puncak Musim Kemarau, DKPP Kota Madiun Dorong Percepat Masa Tanam

Hadapi Puncak Musim Kemarau, DKPP Kota Madiun Dorong Percepat Masa Tanam

Rabu, 03 Jun 2026 11:24 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 11:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka mempercepat masa tanam setelah panen guna mengantisipasi puncak musim kemarau yang berpotensi kekeringan, Pemerintah…

Dampak Lumpur Lapindo, Pemkab Sidoarjo Bentuk Satgas Percepatan Penyelesaian

Dampak Lumpur Lapindo, Pemkab Sidoarjo Bentuk Satgas Percepatan Penyelesaian

Rabu, 03 Jun 2026 11:22 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam rangka mengatasi berbagai persoalan yang hingga kini masih menyisakan pekerjaan rumah, mulai dari ganti rugi lahan yang…

Fenomena Tutupan Awan, BMKG: Suhu Udara Lebih Dingin Saat Malam di Surabaya

Fenomena Tutupan Awan, BMKG: Suhu Udara Lebih Dingin Saat Malam di Surabaya

Rabu, 03 Jun 2026 11:16 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Cuaca yang mudah berubah-ubah kerap melanda wilayah Surabaya. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…

Pemkab Ponorogo Dongkrak Percepat Pelaksanaan Program Kegiatan Daerah

Pemkab Ponorogo Dongkrak Percepat Pelaksanaan Program Kegiatan Daerah

Rabu, 03 Jun 2026 11:06 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Setelah realisasi belanja daerah hingga akhir April 2026 masih berada di bawah target yang telah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten…