SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Pecinta makanan Toraja tidak perlu khawatir jika ingin menikmati makanan khas Toraja. Saat ini, di Jakarta sudah tersedia berbagai menu yang menyajikan makanan khas Toraja salah satunya ada di Toraja Coffee House.
Tollo Pamarrasan makanan dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini bagian dari khasanah kuliner tradisional yang patut dicoba.
"Pamarrasan itu adalah cara masaknya masyarakat Toraja dan bumbunya itu pakai keluak yang memang adanya di Toraja dan tak ada di tempat lain. Ada jenisnya itu pakai daging dan ikan. Kalau sudah memasak pakai bumbu hitam itu namanya pamarrasan," kata Pemilik Toraja Coffee House, Disyon, Jumat (24/11/2017) sore.
Biasanya masakan pamarrasan ini disajikan pada upacara tradisional suku Toraja seperti upacara pemakaman dan upacara syukuran. Namun demikian, kata Disyon, pamarrasan adalah makanan sehari-hari masyakarta Toraja.
"Keluak itu disebut juga pangi. Buah keluak itu diambil bagian dalamnya, digiling lalu dicampur dengan kuah, dicampur lagi ramuannya dengan jeruk, rempah-rempah, serai, jahe," tambahnya.
Pamarrasan di kampung halamannya biasa dimasak bersama belut, daging kerbau, dan ikan. Makanan berkuah hitam pekat ini biasa ditemukan di rumah-rumah masyarakat Toraja dari pagi hingga malam hari.
"Di rumah makan itu banyak disajikan tapi tak ditawarkan secara eksplisit," jelasnya.
Kuliner khas Toraja ini bisa dinikmati di Toraja Coffee House. Beberapa kuliner khas Toraja lain seperti ayam saree juga menemani.
Disyon mengatakan ingin merekomendasikan makanan-makanan Toraja kepada para pelanggan Toraja Coffee House. Ia ingin mencoba mengenalkan makanan-makanan Toraja di tengah aneka sajian kopi Toraja.
"Kami mau mengenalkan sebenarnya kopi torajanya tapi karena namanya Toraja Coffee House, kami mau menyediakan makanannya. Banyak orang yang ingin tahu makanan Toraja. Untuk Toraja sih sebenarnya sudah gak asing ya buat orang-orang. Orang tahu Toraja itu ada Rambu Solo. Lebih ke budayanya. Mereka juga tau kopi toraja juga enak. kita mau coba mengenalkan makanan-makanan Toraja," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat di Jakarta bisa menerima makanan khas Toraja seperti pamarrasan dan ayam sarre. Ia menganggap makanan-makanan tersebut memiliki rasa yang universal.
"Beda sama kari. Ada yang suka, ada yang gak suka. Ketika saya coba ini makanan Toraja, hampir 100 persen menerima bahwa makanan Toraja itu enak. kalau kaya kuliner Padang itu rendang yang identik, kalau di Toraja, kami pamarrasannya," tambah Disyon.
Seporsi pamarrasan daging sapi atau ikan mas dijual dengan harga Rp 75.000 dan ditambah nasi. Bila ingin menambah sajian sambal katokkon cukup merogoh kocek seharga Rp 5.000.
Sebuah kafe kopi
Toraja Coffee House adalah sebuah kafe yang menyajikan kopi toraja dengan berbagai teknik. Ada juga roti-roti serta makanan-makanan selain dari Toraja seperti sop buntut, nasi goreng dangkot, sop daging kacang merah, kwetiau toraja, spaghetti cakalang rice, spaghetti carbonara, cheese burger, dan croisant sandwich.
Pengunjung juga bisa menikmati aneka makanan ringan seperti singkong goreng, siomay dimsum, roti bakar, bakwan jagung, tempe mendoan, pisang goreng, colenak, kroket ubi ungu, tape spring rol, dan kentang goreng.
Pengunjung juga bisa menikmati kopi dari mulai espresso, long black, macchiato hingga mocha. Ada juga minuman non kopi seperti hot chocolate, teh, butter cookies milkshake, vanilla ice cream, iced chocolate, dan aneka teh.
Harga makanan-makanan non Toraja ditawarkan mulai dari mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 90.000. Sementara, minuman-minuman mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 45.000.
Toraja Coffee House beralamat di Jalan Casablanca 1B, Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Toraja Coffee House buka hari Minggu - Kamis mulai pukul 07.00 - 22.00 WIB dan Jumat - Sabtu pukul 07.00 - 23.00 WIB. lx/kmp
Editor : Redaksi