Pemberdayaan Santri dalam Bidang Enterpreneur

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Optimisme pria yang disapa Gus Ipul diutarakannya pada Santri Preneur Award 2017 di JX Internasional, Surabaya, Sabtu (24/11). bahwa santri di Jawa Timur bisa eksis dalam bidang enterpreneur atau wirausaha. Gus Ipul menjelaskan, sudah tak terhitung berapa jumlah santri yang berhasil dalam bidang wirausaha. Sekalipun, jumlahnya masih terlalu kecil dibanding total seluruh lulusan santri. "Kami ingin mengatakan bahwa sebenarnya santri memiliki peluang untuk mengembangkan usaha, bukan berhenti di kegiatan dakwah dan menyebarkan ilmu, namun juga mengembangkan bisnis," ujar Gus Ipul pada sambutannya. "Kita bisa mencontoh dari beberapa kiai dan ulama yang telah sukses, bukan hanya dalam menyebarkan kegiatan dakwahnya, namun juga kegiatan berdagang dan sebagainya," jelas Ketua PBNU ini. Untuk bisa menciptakan peluang tersebut, Gus Ipul mendorong adanya kolaborasi antar santri. Yang mana, dari yang awalnya membuka usaha secara sendiri-sendiri kini beralih dengan bekerja secara kolektif. "Kolaborasi sebenarnya adalah jati diri santri yang telah dilakukan sejak lama. Santri itu biasa khatam Alqur'an secara kolaboratif," ulasnya. "Mengaji kadang-kadang kolaboratif, belajar takror juga kolaboratif. Jadi, santri itu sudah punya kebiasaan bersama-sama sejak awal yang bisa dikembangkan ke unit usaha," lanjutnya. Di sisi lain, pemerintah menurut Gus Ipul akan menyiapkan pasar usaha. Yakni, dengan menjadi penghubung antara Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan beberapa pusat perbelanjaan. "Bahkan kalau perlu, kami yang akan mendorong adanya mall-mall yang menyediakan produk-produk UMKM di Jatim. Mall-mal yang bekerja sama dengan wirausaha," lanjut Wakil Gubernur dua periode ini. "Apabila ada tekad kuat dari santri dengan diikhtiari doa dan usaha, saya optimis akan semakin banyak santri-santri yang sukses di bidang usaha. Jatim harus bisa memulai hal itu," kata pria uang akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim ini. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, optimis dengan jumlah lulusan santri yang mencapai 25 ribu orang, peluang pengembangan wirausaha tersebut bisa dilakukan. Kementeriannya, akan menjadi salah satu kementerian yang siap melakukan pembinaan bagi yang mau membuka usaha, terutama di bidang sistem informasi. "Kami mendorong generasi muda untuk memulai mengembangkan bisnis start-up. Kami bahkan memiliki program pengembangan start-up di 122 kabupaten kota di seluruh Indonesia," ulas Rudi di tempat yang sama. Saat ini, menurut Rudi, peluang pengembangan bisnis di bidang teknologi informasi, merupakan salah satu yang menjanjikan. Satu di antara buktinya adalah maraknya bisnis transportasi berbasis aplikasi. "Teknologi saat ini merupakan sebuah kebutuhan. Sebab, bukan teknologinya yang berubah, tapi justru kita lah yang menciptakan teknologi tersebut untuk mengatasi masalah itu," tandasnya. "Apalagi, Jawa Timur memiliki banyak tempat, mulai dari kota hingga kampung yang menggunakan konsep smart city atau smart village. Ini merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan oleh para santri untuk mengembangkan unit usahanya," pungkasnya. sn

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru