SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Para petani di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menyampaikan unek-uneknya kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Drs. Subianto dalam kegiatan resesnya di Kampung Wisata Edukasi Labu Madu Desa Toyoresmi. Petani mengeluh pendapatannya menurun akibat cuaca buruk. Saat ini banyak petani di desa tersebut beralih ke budidaya tanaman labu. "Saat ini jika bertani saja kurang bisa menambah penghasilan. Kami mulai bertanam labu, selain menambah pendapatan juga bisa menjadikan tanaman labu ini menjadi lokasi desa wisata," ujar Agus, anggota paguyuban petani di Desa Toyoresmi, Kabupaten Kediri, Minggu (26/11/2017). Namun, dalam budidaya itu para petani juga mengalami banyak keluhan. Salah satunya dalam pemasaran dan pengolahan produk hasil tanaman. "Di desa kami ada delapan titik lokasi tanaman labu madu milik petani. Panennya setiap dua bulan sekali. Tetapi kita masih bingung cara memasarkan dan pengolahannya," imbuhnya. Hal senada juga diungkapkan Yulianto, koordinator paguyuban petani labu madu Desa Toyoresmi. Atas nama petani labu madu, dia minta adanya pelatihan dan pembinan dari pemerintah serta bantuan alat pengolahan produk menjadi aneka makanan. "Awal dari konsep kita menjadi wisata edukasi labu madu, pertama menginginkan icon di Kecamatan Ngasem, khususnya di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi. Kami butuh sarana pembinaan sumberdaya manusia. Bagaimana cara pelayanan terhadap tamu yang ada, standar pelayanan, dan cara menanam yang baik," ucapnya. Menjawab keluhan petani, Drs. Subianto mengaku, dari survei ditingkat provinsi memang kontribusi di sektor pertanian di Jawa Timur mengalami penurunan yang dulunya sekitar 30 persen menjadi 13 persen. Oleh karena itu, Provinsi Jawa Timur saat ini mulai merubah pola dalam RPJMD Provinsi Jatim yang dulunya agrobis menjadi peningkatan produksi UKM dan IKM. "Kita sangat apresiasi langkah para petani yang saat ini banyak beralih berbudidaya tanaman dan terlebih menjadikan desanya menjadi desa wisata. Memang saat ini kondisi pendapatan petani sangat monoton dan minim. Banyaknya keluhan ini nantinya akan kita sampaikan ke pemerintah agar para petani disini mendapat binaan dan bantuan alat," ucap pria yang juga menjadi anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur. Selain itu, banyaknya permasalahan hasil pertanian itu, kata politisi Partai Demokrat ini, juga akan disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Kediri melalui lembaga DPRD Kabupaten Kediri khususnya dari Fraksi Partai Demokrat. "Silahkan mengajukan surat agar nanti segera dapat ditindaklanjuti," tandasnya. Can
Editor : Redaksi