Pemilik Toko Diamord Di Sabet Clurit

Pemilik Toko Diamord Di Sabet Clurit

surabayapagi.com
Teks Foto:Korban Dugaan Perampokan Di Kecamatan Kencong. Pemilik Toko Diamond kencong Di Sabet Clurit SURABAYA PAGI. com, Jember-Peristiwa menggemparkan terjadi di Desa/ Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Senin (27/11) pagi sekitar pukul 07.45 WIB. Seorang pemilik toko tiba-tiba diclurit orang tidak dikenal yang menyaru sebagai pembeli. Adalah Hanifatul Hoir(45), korban pembacokan yang juga pemilik Toko Diamond yang ada di jalan Krakatau No 03 Desa/ Kecamatan Kencong itu akhirnya tersungkur bersimbah darah di lantai tokonya. Saksi mata menyebutkan, dalam peristiwa yang terjadi sangat cepat dan tanpa diduga sebelumnya, pelaku bergegas kabur setelah korban tersungkur. Dibantu beberapa warga, polisi yang datang ke lokasi kejadian dan mengetahui jika korban masih hidup, langsung membawa korban ke Puskesmas Kencong guna perawatan. Informasi dari UGD Puskesmas Kencong, korban mengalami luka bacokan yang parah di bagian kepala dan di kedua tangan yang nyaris putus. Dalam perawatan intensif Puskesmas Kencong, korban juga mendapat pengawalan ketat petugas. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun dari hasil olah TKP, juga keterangan beberapa saksi, menguatkan pelaku dua orang dengan cirri-ciri satu pelaku bertubuh besar dan satunya kecil, dengan warna kulit cenderung hitam. Meski saksi tak berhasil mengingat Nopol kendaraan, namun jelas dikataka jika kedua pelaku mengendarai motor jenis Vario dan kebur kearah timur (menuju Jember) usai membacok korban. Berkembang informasi sementara jika kejadian tersebut bermotif dendam, dikuatkan dengan tidak satupun barang-barang di toko milik korban yang dibawa kabur pelaku. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan pelaku masih dalam pengejaran unit Resmob Polres Jember wilayah Barat. Di TKP pun, polisi sudah memasang ‘police line’ guna pengamanan dan menghindari hilangnya sejumlah barang bukti.(ndik)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru