SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Konsultan Politik Bangun Indonesia Agus Mahfud Fauzi memandang bahwa munculnya poros tengah untuk menantang dua poros yang sudah ada sangat penting untuk dimunculkan. Pendapat tersebut ia ungkapkan terkait dengan mulai munculnya fenomena jenuh di tengah masyarakat.
"Selain jenuh, pertarungan dua edisi Pilgub ini juga sudah sangat melukai masyarakat. Kenapa? Karena kita tahu pertarungan antar NU yang sudah pernah terjadi sepuluh tahun itu kembali akan terjadi. Memang sudah lama, tetapi lukanya itu masih tersisa. Sehingga, dengan kehadiran poros baru itu bisa menjadi alternatif agar masyarakat tidak lagi terluka karena saling dihadapkan dengan saudaranya sendiri," jelas Agus, secara terpisah.
Akan tetapi, menurut pria yang juga pakar sosiologi politik asal Unesa tersebut, ada hal penting yang harus diperhatikan oleh poros tersebut untuk melawan dua poros yang sudah ada sebelumnya. "Poros tersebut harus bisa mencari dan memanfaatkan momentum. Karena dalam politik, siapa yang mendapatkan momentum adalah yang menjadi pemenang," tegasnya.
Disinggung terkait dipilihnya sosok Emil Dardak sebagai Cawagub untuk Khofifah Indar Parawansa, Agus memandang bahwa pilihan tersebut sudah sangat tepat. "Karena Emil ini figur muda yang bisa digunakan untuk mendekatkan diri kepada pemilih muda milenial," jelas Agus lebih lanjut.
Pada kesempatan yang sama, Agus juga mengatakan penting bagi Cagub dan Cawagub untuk membangun pola komunikasi yang baik. "Bagaimana caranya? Yaitu tetap menyapa pemilih tanpa batas. Sehingga pemilih merasa dekat dengan Calon Gubernurnya," katanya.
Apabila sudah terbangun kedekatan, menurut Agus akan jauh mempermudah proses kampanye yang dilakukan oleh Cagub dan Cawagub kelak. Kedekatan emosional antara pemilih dengan yang akan dipilih akan menjadikan proses meraih kemenangan menjadi jauh lebih mudah diraih.
"Seandainya antara Calon Pemimpin dan rakyatnya sudah menyatu, maka selanjutnya mudah bagi Calon Gubernur. Karena sudah memperoleh kepercayaan dengan mencoblos pada hari H," pungkasnya. ifw
Editor : Redaksi