SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Arena judi sabung ayam di Jalan Lamongan, Bubutan Surabaya digerebek. Tiga diantara puluhan pejudi berhasil ditangkap. Uang taruhan jutaan rupiah juga berhasil disita. Tak hanya itu, 21 ekor ayam jago sebagai alat aduan juga diamankan. Bahkan 27 unit motor yang berada di arena judi turut disita polisi.
Penggerebekan itu dilakukan oleh Tim Anti Bandit Polsek Bubutan. Mereka mengepung arena judi pada Minggu (26/11) sore sekitar pukul 16.00 Wib. Penyergapan itu dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Budi Waluyo. Penyergapan dilakukan menyusul banyaknya aduan masyarakat sekitar yang resah atas ulah para pejudi.
"Kami mendapat laporan intens dari masyarakat dalam beberapa hari kemarin. Kami memilih hari minggu untuk melakukan penggerebekan. Sebab dari laporan, para pejudi ini mengadu ayamnya pada Sabtu dan Minggu," sebut Kapolsek Bubutan, Kompol Dies Ferra Ningtyas, Senin (27/11).
Tiga pejudi yang berhasil ditangkap yaitu Jayus (61) warga Jalan Margodadi I Surabaya ; Setyo Budiono (52) warga Jalan Bulak Banteng Madya V Surabaya dan M. Jamhari (47) warga Jalan Krembangan Jaya Selatan II B Surabaya. Sedangkan para pejudi lainnya berhasil meloloskan diri saat arena judi digerebek.
Dari arena judi itu, diamankan uang tunai 8 Juta. Uang itu merupakan uang taruhan dari para pejudi. "Kami yakini, omset judi sabung ayam ini puluhan juta setiap buka. Dan diikuti oleh puluhan pejudi dari beberapa daerah diluar Bubutan," beber Kompol Ferra. Dari keterangan pejudi yang tertangkap, arena judi sabung ayam tersebut sudah ada sejak 5 bulan lalu. Namun setiap kali melihat polisi, arena judi berhenti.
Sementara itu, Jayus salah satu pejudi mengaku, dirinya sudah dua kali datang dan berjudi di arena tersebut. Sekali aduan, Jayus biasa memasang taruhan antara 100 hingga 150 ribu. "Tapi kemarin, saya hanya pasang 50 ribu. Dua kali saya ikut, kalah terus. Yang nombok banyak sekali, puluhan orang. Dan datang dari beberapa wilayah di Surabaya," ungkap kakek 5 cucu ini.
Lantas mengapa Jayus, Setyo dan Jamhari tidak berhasil meloloskan diri? Jayus mengaku bahwa dirinya sudah tidak kuat berlari. Sehingga hanya bisa pasrah. Begitu pula dengan Setyo. Sedangkan Jamhari memang bertubuh sangat gemuk. Sehingga Jamhari hanya bisa pasrah saat tangannya diborgol. "Lainnya yang lolos masih muda. Jadi kuat berlari dan menabrak pak polisi," tutup Jayus. bkr
Editor : Redaksi