SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Cuaca ekstrim yang terjadi selama sepekan terakhir di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melumpuhkan transportasi laut ke Pulau Bawean.
Hingga Selasa (28/11/2017) tansportasi udara ke Bawean menggunakan pesawat Airfast juga terganggu. Hari ini, pesawat yang bisa mengangkut 15 orang ini terpaksa harus kembali ke Bandara Juanda karena gagal landing di Bandara Harun Thohir akibat cuaca buruk.
Hal ini disampaikan oleh Aliuddin, salah seorang keluarga calon penumpang pesawat tujuan Bawean kepada Surabaya Pagi melalui telepon seluler, Selasa (28/11/2017).
Menurutnya pesawat direncanakan akan kembali mengudara setelah cuaca membaik, sekitar 2-3 jam lagi.
"Kita ini sudah semingguan di Gresik, nggak bisa pulang karena cuaca buruk. Kita berharap ada pesawat yang bisa berangkat karena, persediaan sudah menipis," ujarnya.
Sementara itu, nelayan dari Lumpur juga sementara waktu tidak melaut. Mereka memilih istirahat dari pada turun mencari ikan dengan kondisi yang ekstrim. Apalagi ketinggian gelombang di perairan laut jawa mencapai tiga hingga lima meter ditambang angin kencang.
Kepala Dinas Perikanan Gresik Langu Pindingara mengingatkan nelayan agar mewaspadai cuaca ekstrim. Sebelum turun melaut, hendaknya cuaca diperhatikan. mis
Editor : Redaksi