Debit Air Bengawan Solo Naik, Masyarakat Diminta Waspada

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Hujan deras beberapa hari ini khususnya di wilayah hulu, membuat volume air Bengawan Solo terus naik. Warga yang tinggal di sepanjang Bengawan Solo diminta selalu waspada dan siaga. Dari informasi yang disampaikan oleh Kasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Jannata SMP, Rabu (29/11/2017) menyebutkan, pergerakan air terus alami kenaikan. Di papan ukur yang ada di wilayah hulu Lamongan, yaitu di Babat, ketinggian air sudah mencapai 6.12 phiescal pada pukul 9 pagi ini. Sementara, di papan ukur yang berada di wilayah Kecamatan Laren, ketinggian air sudah mencapai 4.14 phiescal. Hal yang sama juga terlihat di papan ukur yang ada di wilayah Kecamatan Karanggeneng dimana ketinggian air juga cenderung naik dengan ketinggian air 3.23 phiescal. Pihaknya lanjutnya, hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah-wilayah yang rawan longsor dan banjir bersama instansi terkait lainnya. "Kami terus koordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten termasuk TNI, Polri beserta Forkompimda untuk mengadakan langkah-langkah antisipatif," ujarnya. Pemantauan terhadap tanggul-tanggul yang rawan tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan untuk tanggul-tanggul sungai yang berpotensi jebol bila debit air meningkat akibat curah hujan yang tinggi. "Pantauan kami lakukan untuk mengantisipasi banjir atau tanggul jebol akibat semakin tingginya debit air sungai Bengawan Solo," tutur Danramil 19 Laren, Kapten Czi Slamet Hariono ketika melakukan pemantauan dan pendataan lokasi rawan banjir di Kecamatan Laren bersama Forkompim kecamatan Laren. Sementara, tanggul wedok di wilayah Kecamatan Maduran yang beberapa waktu yang lalu jebol karena digerus derasnya air Bengawan Solo pun hingga kini juga belum diperbaiki. Tanggul yang abrasi pun juga bernasib sama, yaitu belum ada perbaikan karena kondisi air yang kembali naik. Di tempat terpisah, salah satu petani dari Desa/Kecamatan Laren, Rudi menuturkan sangat khawatir debit air bisa saja meningkat kapan saja dan mengakibatkan banjir yang melanda sawah mereka. Karena, aku Rudi, mengingatkan semakin mendekat dan air kiriman terus menerus bertambah. "Ya terus terang kami khawatir mas," katanya.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru