SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tudingan sebagian besar pihak yang menuduh para Kyai Sepuh NU mulai turut campur dalam praktik politik praktis disangkal oleh Ketua PWNU Jatim Mutawakkil Alallah. Menurutnya, tuduhan tersebut muncul hanya karena publik tidak memahami makna dari apa yang dilakukan oleh para Kyai NU tersebut.
Sebelumnya, para Kyai Sepuh NU sempat mengirimkan surat kepada PKB agar memilih Gus Ipul sebagai Cagub dari PKB. Padahal saat itu PKB sesungguhnya telah menyiapkan Ketua DPW PKB Halim Iskandar untuk menjadi Cagub. Hal tersebut dipandang oleh sebagian besar elemen masyarakat sebagai bentuk intervensi politik dari para Kyai.
Ditemui di Muskerwil III PWNU Jatim beberapa waktu yang lalu, Mutawakkil mengatakan bahwa sesungguhnya hal tersebut merupakan bentuk dari penyampaian keinginan dari para Kyai NU semata. Hal tersebut, sama sekali tidak ditujukan untuk mengintervensi partai politik.
“Sekarang begini, Jawa Timur ini kan mayoritas juga NU. Jadi, salahkah kalau para Kyai ini menginginkan agar NU menyatukan suara untuk Pilgub Jawa Timur? Jadi jangan diartikan yang lain, itu hanya bentuk penyampaian dari keinginan para Kyai,” kata Mutawakkil.
Pengasuh Pondok Pesantren Genggong tersebut lebih lanjut menjelaskan, usaha untuk menyatukan suara tersebut juga didasari dari keinginan untuk menjalankan fungsi Ulama di tengah-tengah masyarakat. Ulama, saat ini dipandang sebagai salah satu pemain penting dalam kontrol sosial di tengah-tengah masyarakat.
“Meskipun, kalau ada polarisasi juga tidak akan ekstrem, tetapi kan kalau semuanya guyub kan lebih baik. Dulu kan awalnya ada Gus Ipul, Pak Halim, dan Khofifah. Nah surat yang menunjukkan keinginan para Kyai kan juga sudah jelas(Gus Ipul). Yang satu nurut nah yang satu lagi ini belum tau. Tapi, kalau tetap maju, ya kita nggak apa-apa. Karena itu hak individual,” jelas Mutawakkil lebih lanjut. ifw
Editor : Redaksi