Hikmah Bafaqih di Plot Ketua Tim Pemenangan

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perdebatan siapa yang akan menjadi Ketua Tim Pemenangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas (Saiful-Anas) akhirnya tuntas. Sosok politisi PKB, Hikmah Bafaqih resmi ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan. Hal itu diungkapkan Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf. “Iya sudah beres, Ketua Tim Pemenangan Hikmah Bafaqih, nanti tunggu saja pengumuman resminya," ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul, beberapa waktu lalu. Terkait keputusan tersebut, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Madura, Mochtar W. Oetomo menilai dipilihnya Hikmah Bafaqih sebagai bagian dari strategi pemenangan. Pasalnya, suara perempuan Nahdlatul Ulama (NU) yang terkonsentrasi di Muslimat dan Fatayat selama ini menjadi massa tradisional pendukung Khofifah Indar Parawansa. Mereka juga dikenal loyal terhadap Khofifah karena Menteri Sosial itu juga memberi perhatian ekstra pada dua ormas tersebut. Tak heran kalau massa dari Muslimat dan Fatayat di Jawa Timur akan menjadi lumbung suara bagi Khofifah - Emil yang maju pada Pilgub Jatim 2018. “Karena itu, tak mengherankan kalau Hikmah Bafaqih ditunjuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Saiful-Anas. Hikmah itu Ketua Fatayat Jatim, posisinya sebagai panglima perang setidaknya bisa merebut ceruk suara Muslimat dan Fatayat yang condong ke Khofifah,” urai Direktur Eksekutif Surabaya Survey Center (SSC) ini. Menurutnya, jika tim Saiful-Anas tidak mengambil ketua PKB atau PDIP Jatim sebagai ketua tim pemenangan mungkin karena sejak awal ketua sudah menyatakan menolak dan akan konsentrasi pada konsolidasi partai untuk pilkada serentak di kabupaten/kota dan pileg 2019 yang pelaksanaannya berbarengan dengan pilpres. “Pemilihan Mbak Hikmah yang sekaligus ketua fatayat tentu dengan pertimbangan bisa memecah basis suara Khofifah yakni di Muslimat dan Fatayat yang selama ini dikenal militan. Apalagi beliau juga istri Mas Andry Dewanto, mantan KPU. Sehingga diharapkan akan mendapat support dari suami, terutama berkaitan dengan berbagai aturan dan peta politik elektoral,” tandas Mochtar. Mochtar menambahkan, tentu saja tantangannya tentu tidak sederhana. Pertanyaannya adalah, apakah Mbak Hikmah memiliki kekuatan konsolidasi di PKB sampai akar rumput atau struktur terbawah, karena dia bukan ketua PKB. Dan apakah dia memiliki pengaruh cukup kuat untuk memecah basis suara Khofifah. Sebab, jika mengasumsikan bahwa yang harus direbut dari Khofifah-Emil adalah suara perempuan semata atau terlalu konsen kesana, bisa jadi itu malah akan memberi peluang pada lawan untuk berkreasi di ceruk suara lain. “Harus dimunculkan sekretaris, bendahara atau koordinator tim lain yang bisa menutupi kekurangan dan kelemahan Hikmah. Tim pemenangan Saiful-Anas tidak boleh hanya fokus pada ceruk dan potensi suara Khofifah. Ceruk dan potensi suara Emil juga harus mendapatkan perhatian,” imbuh pria flamboyan ini. Terpisah, Sri Untari Bisowarno yang didaulat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Saiful-Anas mengaku belum mengetahui kalau Hikmah Bafaqih telah ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan. Namun Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini menyadari posisi ketua tim menjadi hak prerogatif PKB bersama calon. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini mengakui dalam rapat konsolidasi di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim diputuskan dirinya sebagai Sekretaris Tim Pemenangan, sementara untuk Ketua Tim Pemenangan ada empat nominasi calon, yakni Amin Said Husni (Bupati Bondowoso), Miftakhul Ulum (Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim), Thoriqul Haq (Ketua LPP DPW PKB) dan Hikmah Bafaqih. “Posisi Ketua Tim Pemenangan memang menjadi hak PKB, siapapun yang ditunjuk pasti melalui pertimbangan matang dan kami hargai,” pungkas Untari. rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru