Reuni 212 Didanai Rp 4 M

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Sedikitnya, 300 ormas dari seluruh Indonesia akan menghadiri Reuni 212 di Lapangan Monas, Jakarta, hari ini (2/12). Direncanakan massa yang ikut menyamai jumlah massa pada aksi 411 tahun 2016 lalu. Mereka tak hanya dari Jakarta dan sekitarnya, tapi juga dari luar Jawa seperti Aceh, Lampung, hingga Sulawesi. Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh politik. Diantaranya, dua Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fachri Hamzah. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga diundang hadir. Kabar yang beredar, aksi ini didanai sekitar Rp 4 miliar. Benarkah? "Kegiatan ini didukung oleh lebih dari 300 ormas, dari ormas keagamaan maupun ormas kebangsaan. Bahkan ada beberapa non-Islam yang sudah komunikasi pada kami," ujar Ketua Panitia Pelaksana Reuni Alumni 212, KH Misbahul di Cempaka Putih, Jakarta Pusat (1/12/2017). Terkait jumlah massa yang akan hadir, dia optimis massa yang akan berkumpul di Lapangan Monas menyamai jumlah massa pada aksi 411 tahun lalu. Berdasarkan laporan dari divisi mobilitas masa, kata dia, ormas yang akan datang bukan hanya dari Jabotabek. Melainkan dari luar Jawa seperti Aceh, Lampung, hingga Sulawesi. "Optimis minimal yang akan hadir itu menyamai aksi 411. Ini dari laporan dari divisi mobilitas masa. tapi insya Allah Allah akan gerakan lebih dari 212 setahun yang lalu," jelasnya. Misbahul juga memaparkan siapa saja tokoh-tokoh politik yang akan hadir di Reuni Alumni 212. Dia mengatakan, 2 Wakil Ketua DPR yakni Fadli Zon dan Fahri Hamzah dipastikan hadir. "Wakil ketua Fadli, Fahri Hamzah (hadir)," katanya. Dia juga menyebut, jika tidak ada aral melintang, Amien Rais juga akan ikut bergabung. Misbahul juga mengatakan sudah mengirim undangan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dia juga berharap agar Prabowo bisa hadir. "Secara umum Prabowo kita undang. Tidak ada yang terkecualikan. Jadi yang sudah konfirm di panitia kan dicatat," ujarnya. Namun, saat ditanya siapa saja yang akan menjadi pembicara di panggung Reuni Alumni 212, Misbahul belum bisa memastikan. Hal tersebut masih akan dibicarakan oleh pihak panitia. Misbahul Anam membantah adanya pihak tertentu yang membiayai aksi yang akan dihelat di Silang Monas. Dia memastikan dana-dana untuk kegiatan besok murni dari para jemaah. "(Dana) dari semua umat. Sebagaimana 212 tahun lalu, ada yang membawa air botol kemasan, ada roti dan lain-lain," tutur dia. Dibiayai Parpol? Disinggung soal partai politik tertentu yang ikut membiayai, Misbahul kembali menampiknya. Menurutnya, panitia tak pernah memberi proposal kepada partai politik mana pun. "Kami tak pernah mengeluarkan proposal ke partai politik. Semua dana dari umat," ujarnya. Soal biaya yang sudah terkumpul dan akan digunakan untuk acara besok, Misbahul menyebut angka miliaran rupiah. Namun, ia tak merincikan kegunaan uang sebanyak itu. "Dana kurang lebih Rp4 miliar. Itu semua dari umat. Saya tidak tahu persisnya, saya bukan bendahara," ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon akan datang ke Reuni 212 di Monas, kendati beberapa tokoh seperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin memastikan tidak akan hadir. "Saya pasti hadir memenuhi undangan acara Reuni 212 di Monas hari ini, dan rencananya Fahri Hamzah pun akan hadir juga," kata Fadli Zon di sela kegiatan mendengarkan aspirasi petani Kecamatan Tamansari di P4S Nusa Indah Tamansari, Jum'at (1/12). Menurut Fadli Zon, kegiatan yang rencananya akan dihadiri oleh 1 juta orang umat muslim di Monas ini seharusnya tidak dicurigai oleh pihak kepolisian karena banyak tokoh nasional yang juga akan hadir. "Malah rencananya ketua MPR dan Gubernur DKI pun akan hadir dalam kegiatan itu, sehingga seharusnya pihak kepolisian ikut menjaga keamanannya," kata dia. Sikap MUI Sementara itu, Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi mengaku sangsi, Reuni Alumni 212 akan berhasil menggaet banyak orang seperti tahun lalu. Ia menilai, pertemuan tersebut tidak lagi relevan. Masduki mengingatkan, sasaran Aksi 212 setahun lalu sudah tercapai. Karena itu, ia berpendapat, tidak ada alasan Reuni Alumni 212 diselenggarakan. "Ketika target itu sudah selesai makanya sudah," kata dia saat dihubungi terpisah. Majelis Ulama Indonesia, secara kelembagaan, menilai bahwa Reuni Alumni 212 tidak perlu dilakukan. Masduki berpendapat aksi-aksi semacam itu lebih bersifat simbolis. Padahal, umat Islam, perlu tindakan untuk menjawab persoalan konkret yang dihadapi. Ia mencontohkan, tantangan kesenjangan ekonomi menjadi persoalan kontemporer keumatan. Masduki berharap potensi umat Islam lebih fokus melakukan hal-hal yang lebih produktif. "Tantangan umat Islam sekarang adalah mencari kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera," tandasnya. n jk/tj/an

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru