SURABAYAPAGI.COM, Bangkalan – Warga asli Bangkalan Madura tentu tidak asing dengan satu hidangan legendaris yang disebut nasi petis. Nasi petis sebenarnya seperti nasi campur pada umumnya. Perbedaan nasi petis dengan nasi campur terletak pada lauknya.
Lauk nasi petis Bangkalan “serba sapi”. Ada dendeng daging sapi, jeroan sapi, hati dan limpas sapi juga telur rebus. Semua dihidangkan dalam ukuran jumbo. Aneka lauk dari sapi itu dipadukan kuah santan yang kental.
Nasi petis ini jadi menu andalan warung Gang Amboina di Kelurahan Pangeranan, Kota Bangkalan. Warung ini telah berdiri sejak 1960-an. Kini diteruskan Siti Rahmah, 46 tahun.
Yang unik dari Nasi Petis Amboina adalah ketika dihidangkan sama sekali tak ada petisnya barang secuil. Lalu kenapa dinamakan Nasi Petis?
Siti menuturkan meski tak ada petis dalam hidangan, namun petis jadi salah bumbu wajib saat membuat kuah santan. Takaran petisnya pun hanya satu sendok, tak boleh lebih atau kurang.
"Sebesar apa pun kuali buat masak kuah santannya, harus dikasih petis dan hanya satu sendok," katanya, menjelaskan.
Kata Siti, petis yang digunakan petis asli Madura. Rasanya dominan asing dan warnanya kecoklatan. Berbeda dengan petis Sidoarjo yang warnanya hitam pekat dan rasanya manis dan gurih. Dalam baner menu, satu porsi nasi petis dibandrol seharga Rp 19 ribu rupiah belum termasuk minum. lx/lpt
Editor : Redaksi