Hun Sen Tantang AS dan Eropa

surabayapagi.com
Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen orang kuat yang telah memerintah Kamboja selama lebih dari tiga dekade, telah mengambil garis anti-Barat yang menyengat jelang pemilu 2018 nanti. Ia juga telah menolak kritik dari para donor atas pembubaran partai oposisi utama di negara itu. PHNOM PENH, M. Burhanudin. Hun Sen, mendorong Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) untuk membekukan aset pemimpin Kamboja di luar negeri, sebagai tanggapan atas tindakan keras pemerintah terhadap oposisi dan masyarakat sipil. AS dan UE telah menangguhkan dana untuk pemilu tahun depan dan Washington telah mengajukan larangan visa kepada beberapa pemimpin Kamboja. Tidak ada usulan saat ini untuk membekukan aset oleh AS atau UE, namun beberapa anggota parlemen telah melayangkan gagasan tersebut. "Saya mendorong Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk membekukan kekayaan pemimpin Kamboja di luar negeri," cetus Hun Sen kepada sekelompok atlet di Ibu kota Phnom Penh seperti dilansir dari Reuters. Hun Sen mengatakan bahwa dia tidak memiliki uang di luar negeri dan tindakan EU dan A.S. tidak akan menyakitinya. Kedutaan Besar AS tidak memberikan komentar terkait pernyataan Hun Sen tersebut. Sementara Duta Besar UE George Edgar mengatakan tidak ada keputusan mengenai tindakan lebih lanjut dari blok tersebut. Mahkamah Agung membubarkan partai oposisi, Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), bulan lalu atas permintaan pemerintah dengan alasan merencanakan untuk merebut kekuasaan. Hun Sen menuduh Kem Sokha, pemimpin CNRP dari sebuah plot anti-pemerintah yang didukung AS. Pemimpin oposisi dan AS membantahnya. China, donor bantuan terbesar Kamboja, telah menyandarkan dukungannya kepada Hun Sen, dengan mengatakan menghormati hak Kamboja untuk mempertahankan keamanan nasionalnya. 01

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru