Pastikan Aspek Keamanan Pangan, Pemkot Malang Akan Uji Sampel Takjil Selama Ramadhan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. SP/ MLG
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. SP/ MLG

i

SURABAYAPAGI.com, Malang - Untuk memastikan aspek keamanan pangan saat dikonsumsi oleh masyarakat selama Bulan Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan uji sampel pada makan dan minuman yang dijual di pasar takjil dengan menerjunkan tim kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat ke setiap pasar takjil.

"Saya meminta Dinas Kesehatan, nanti ini kan ada tanggung jawab puskesmas dan sudah diberikan untuk mengecek sekeliling," ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Minggu (22/02/2026).

Pasalnya, Wahyu tak menampik pada Ramadhan tahun lalu ditemukan beberapa sampel makanan mengandung zat pewarna buatan, sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.

Sehingga, untuk mempermudah upaya pengambilan sampel makanan dan minuman, pihaknya kini terus berupaya untuk membentuk sebuah sentra pasar takjil yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Malang. Namun, banyaknya pasar takjil yang masih tersebar di banyak lokasi tim dari Dinkes akan kesulitan mengawasi karena adanya keterbatasan tenaga.

"Kalau dilokalisir satu tempat akan lebih mudah tapi kalau tersebar kami mengecek juga sulit ambil sampel makanannya," ucapnya.

Pemerintah daerah setempat telah menegaskan aturan mengenai pasar takjil melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Salah satu poinnya adalah setiap penyelenggara, penanggung jawab, dan penjual di pasar takjil wajib menjamin keamanan pangan.

Diketahui, untuk metode pengujian yang digunakan adalah sampling cepat menggunakan rapid diagnose test dan dalam rentang waktu lima sampai 10 menit hasil pengujian bisa diketahui. Begitu hasil tes telah keluar, Dinkes Kota Malang langsung menginformasikannya kepada pedagang.

"Infromasinya soal bahayanya bahan tambahan pangan atau BTP dan memberikan menganjurkan supaya tidak digunakan lagi," ujar dia. ml-02/dsy

Berita Terbaru

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …