SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur membebaskan warganya mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pemilihan Kepala Daerah pada 2018 mendatang. PWM tidak akan mengarahkan secara khusus warga mereka untuk memilih salah satu paslon pada Pilgub Jatim kelak.
"Secara organisasi Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada para warganya untuk memilih kandidat," ujar Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim Nadjib Hamid.
Sebagai ormas Islam terbesar kedua di Jatim, kata Najib, Muhammadiyah menegaskan tidak akan terlibat politik praktis dalam Pilkada yang diselenggarakan 27 Juni 2018. Mantan komisioner KPU Jatim tersebut juga mengaku bahwa sebagai organisasi Dakwah, Muhammadiyah tidak akan berafiliasi pada salah satu calon tertentu.
"Kendati demikian, Muhammadiyah Jatim akan memberikan catatan agar warganya tak salah menentukan pilihannya, yakni kandidat yang tak menghambat gerakan dakwah Muhammadiyah," jelas Najib lebih lanjut.
"Muhammadiyah juga pasti mendukung siapapun kandidat yang mendukung gerakan dakwah organisasi," tambahnya.
Pada Pilgub Jatim mendatang, sampai saat ini masih muncul dua pasangan bakal calon. Hanya Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang diusung koalisi PKB dan PDI Perjuangan dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem yang bisa dibilang sudah resmi hingga detik ini.
PPP, meski secara lisan sudah menyampaikan mendukung Khofifah-Emil, namun sampai saat ini belum dimunculkan rekomendasi tertulis. Begitu juga PKS yang baru secara lisan saja mengatakan akan mengusung Gus Ipul-Anas.
Sedangkan Partai Gerindra dan PAN, yang identik dengan warga Muhammadiyah, sampai sekarang belum menentukan sikapnya, baik lisan maupun tulisan. Keduanya juga disebut-sebut bakal membentuk poros tengah dan memunculkan Cagub selain dari yang sudah ada. ifw
Editor : Redaksi