SURABAYAPAGI.com, Sawahan - Meski sudah resmi ditutup pada 2013 lalu, bukan berarti aktifitas esek-esek di eks lokalisasi Dolly mati sepenuhnya. Lihat saja, baru-baru ini polisi mengungkap aktifitas ilegal tersebut di seputar eks lokalisasi tersebut, Sabtu (20/10) malam.
Satu orang ditetapkan sebagai mucikari, sedangkan ada empat pasangan mesum yang dijadikan sebagai saksi dimana para wanita pekerja seks komersialnya berstatus sebagai korban. Mucikari yang ditangkap adalah Imanuel Dakap (59) warga Kupang Gunung Timur 6/14 Rt. 005. Rw. 006 Surabaya. Sedangkan ia tak sendiri dibawa ke mapolsek. Empat PSK dan empat pria hidung belang turut diamankan.
Imanuel ditangkap di sebuah warung setelah ia berhasil menawarkan salah seorang PSK kepada pria hidung belang. Ia mendapat komisi sebesar 30 ribu dari PSK dan tambahan 20 ribu dari pria hidung belang. Aktifitas itu, sudah dilakukan Imanuel sejak satu tahun terakhir.
"Saya ndak kerja. Ya tiap malem di pinggir jalan sambil nawarkan psk mas,"akunya.
Modus yang dilakukan Imanuel adalah dengan duduk di sekitar jalan Jarak dan Dolly. Selanjutnya, ia melambaikan tangan kepada siapapun pengendara yang lewat. Jika beruntung, pengendara akan mendatangi Imanuel dan bernegoisasi perihal psk. Setiap kali transaksi, Imanuel membandrol kupu-kupu malam itu dengah tarif 200 ribu sekali kencan. 130 untuk psk, 40 ribu untuk kamar dan 30 ribu untuk dirinya.
"Begitu deal harga saya telepon si ceweknya. Nanti saya bawa pelanggan ini ke rumah jalan jarak nomor 21 buat main. Lah ceweknya ini dianter sama orang atau suaminya kadang-kadang," lanjutnya.
Kanit reskrim polsek Sawahan, AKP Haryoko menuturkan, pengungkapan aktifitas porstitusi itu dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat.
"Kami dapat info dan lakukan penyelidikan," kata Haryoko.
Saat ditangkap, Imanuel awalnya tak mengaku. Ia berkelit. Namun saat polisi memeriksa handponenya, polisi menemukan percakapan yang mengarah pada aktifitas porstitusi.
"Kami kemudian mengeler tersangka ini untuk menunjukan dimana aktifitas porstitusi itu dilakukan. Kemudian kami menggerebek sebuah rumah nomor 21 di jalan jarak dan menemukan empat pasangan mesum di masing-masing kamar," lanjutnya.
Selain Imanuel, polisi kini sedang mengejar pria berinisial AN. AN merupakan suami dari salah satu psk yang bertugas sebagai ojek ketika ada orderan dari Imanuel. Dari situ, AN mendapat uang sebesar 30 ribu setiap kali transaksi.
"Saat penangkapan, AN sedang tidak ada ditempat. Setelah kami cek dirumahnya, dia kabur, kini sedang dalam pencarian kami," tandas mantan kanit reskrim polsek Lakarsantri itu.fir
Editor : Redaksi