Giliran Menantu Luhut Naik Pangkat

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan mutasi sejumlah jabatan strategis yang diduduki para perwira tinggi TNI, pascapelantikan Jenderal Andika Perkasa sebagai KSAD. Menariknya, satu dari 81 perwira tinggi yang mengalami pergantian jabatan adalah Brigjen Maruli Simanjuntak, yang tak lain menantu dari Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Sedang Andika Perkasa, menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM. Hendropriyono. Kapuspen TNI Mayjen Santos Matondang membenarkan pergantian di tubuh TNI. Pergantian ini tertuang dalam surat keputusan Panglima TNI nomor Kep/1240/XI/2018 tertanggal 29 November 2018. “Ditandatangani langsung Panglima TNI Marsekal Hadi,” sebutnya, Kamis (29/11). Dalam SK itu, Maruli ditunjuk menggantikan Mayjen (Mar) Suhartono yang menduduki posisi baru sebagai Komandan Korps Marinir (Dankomar). Pangkat Maruli otomatis naik satu bintang jadi Mayjen. Sebelum menjabat sebagai Danpaspampres, Maruli yang merupakan menantu dari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjabat Kasdam Diponegoro. Maruli lulusan Akademi Militer 1992. Pria kelahiran Bandung, 27 Februari 1970 itu sudah tidak asing dengan dunia Paspampres. Saat berpangkat kolonel, Maruli pernah menjabat sebagai Komandan Grup A yang bertugas mengawal Presiden. Sebelum menjadi Kasdam Diponegoro, Maruli pernah menjabat Wakil Komandan Paspampres. **foto** Mutasi jabatan strategis dilakukan pasca pelantikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Andika Perkasa adalah menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. Sebelum dilantik menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat, lulusan Akmil tahun 1987 itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Berdasarkan surat keputusan Panglima TNI, posisi Pangkostrad yang kosong ditinggalkan Andika diisi oleh Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan. Adapun jabatan Pangdam III/Siliwangi diisi Mayjen TRI Soeandono. Terselip juga nama Kolonel Inf Mohamad Hasan dalam mutasi jabatan oleh Panglima TNI. Dia bergeser dari Danrem 061 Kodam Siliwangi menjadi Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Wadanjen Kopassus) menggantikan Brigjen Richard H.T. Tampubolon yang bergeser posisi ke Kasdam VI Mulawarman. Saat menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Brigadir Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pernah mengatakan, seorang anggota Paspampres sangat penting memiliki keahlian menembak. "Penting karena tugas kita adalah melindungi presiden dan memang harus mempunyai kemampuan-kemampuan di luar umum," katanya saat itu. Menurut Maruli, ketika orang biasa hanya bisa menembak langsung, seorang anggota Paspampres harus bisa memiliki kemampuan yang lebih. Salah satunya adalah dengan cara menembak di atas motor dengan tertutup helm, atau menembak di atas mobil yang bergerak. Maruli mengatakan, Paspampres memiliki standardisasi skor yang tinggi untuk kemampuan menembak. Setiap tembakan anggota Paspampres mesti dipastikan keakuratannya menjangkau sasaran. "Kita standardisasinya sama dengan TNI. Jarak antara senjata dan target yang mencapai 25 meter, minimal harus mendapatkan nilai 80," kata Maruli. Maruli menyampaikan, keahlian menembak menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat di Paspampres. Keahlian menembak yang baik akan sejalan dengan kelancaran kenaikan pangkat. Tentu juga dibutuhkan keahlian dan kecakapan mentalnya. n jk/an/ol

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru