SURABAYAPAGI.com - Aksi penjambretan di Surabaya kembali membuat resah. Alih-alih takut, para pelaku penjambretan kini makin leluasa, meski beberapa kali polisi menangkap bahkan menembak mati para pelakunya.
Seperti kejadian nahas yang menimpa dua sejoli warga Surabaya, Jumat (22/3). Sekitar pukul 02.00 WIB, tas Khairun Nisa (20) dijambret. Saat itu, ia dan sang kekasih M. Afris (20) warga Wonokusumo Surabaya ini hendak pulang usai nongkrong dan hunting foto.
Begitu melintas di jalan Gubernur Suryo, tas yang dicangklong Nissa tiba-tiba ditarik oleh orang tak dikenal. "Tepatnya depan Hotel Inna Simpang. Disitu tas pacar saya ditarik. Kami tidak tahu, kejadiannya sangat cepat," beber Afris saat dimintai keterangan oleh petugas Tim Gerak Cepat (TGC) di lokasi.
Tak hanya tas berisi handphone, dompet dan uang, dua sejoli ini pun tersungkur karena ulah si jambret.
Saat ditanya apakah Afris hafal nopol pelaku, ia hanya mengingat jika pelaku berdua membawa sarana honda beat berhelm hitam. "Dua orang yang depan nendang motor, yang belakang narik tas. Usai ditarik, motor saya ditendang mas," tambahnya.
Akibat ulah jambret itu, dua sejoli itu terpaksa dirawat di rumah sakit karena mengalami luka di sekujur tubuh. Meski demikian, Afris mengaku masih belum berniat melaporkan kejadian itu ke polisi.
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menegaskan, pihaknya akan mengoptimalkan fungsi Unit Resmob dan Jatanras serta menggerakan Opsnal polsek jajaran untuk mempersempit ruang gerak para pelaku jambret di Surabaya. "Kami tidak main-main. Kami optimalkan seluruh fungsi untuk mempersempit ruang gerak mereka (jambret)," tegasnya.n fir
Editor : Redaksi