Diskoperindag Siapkan 640 TPS Untuk Pedagang Pasar Baru Tuban

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Tuban- Tempat Penjualan sementara (TPS) akan disiapkan untuk 640 pedagang tradisional di Pasar Baru Tuban (PBT) pasca mengalami musibah kebakaran. Hal itu diputuskan setelah dilakukan pertemuan berikut pembahasan antara Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) dengan 20 perwakilan pedagang Pasar Baru Tuban. "kami akan menyiapkan TPS untuk 640 pedagang, besok mulai diukur," terang kepala Diskoperindag Kabupaten Tuban, Agus Wijaya disela mendampingi Tim Labfor Mabes Polri kantor Surabaya saat melakukan penyelidikan dilokasi pasca terbakarnya PBT. Kamis, (5/03/2020). Agus menjelaskan, pihaknya akan membangun sebanyak 650 TPS yang teridiri atas Kios dan Los. Adapun lokasinya, akan ditempatkan disisi depan, samping dan belakang lokasi pasar dengan luas 2x2 meter persegi untuk masing- masing TPS. TPS untuk Kios, akan dibuat tertutup dengan atap asbes dan tempatkan di depan serta sisi samping barat pasar. Sedangkan Los nya, menurut rencana akan bertempat di sisi timur dan belakang pasar. Mengenai salah satu fasilitas utama lainya yakni tempat parkir, baik itu untuk para pedagang maupun pengunjung pasar, lokasinya bakal dipindah sementara ke area parkir wisata religi Sunan Bonang yang titiknya berada tepat ditimur kompleks kantor Perhutani Tuban. Menurut Agus, Lokasi tersebut dipilih menjadi parkiran sebab kompleks kantor Perhutani Tuban yang berada tepat didepan pasar, meskipun memadai namun tidak dapat digunakan. Hal itu mengingat akan adanya aktifitas pengangkutan kayu yang cukup intens karena pohon milik Perhutani telah memasuki masa penebangan. "TPS akan diletakan di sisi- sisi pasar, dan untuk parkiran direncanakan dipindah ke area parkir wisata religi Sunan Bonang," jelasnya. Dalam kebakaran hebat di PBT yang terjadi pada Selasa malam sebelumnya, api telah menghanguskan kurang lebih sejumlah 464 kios dan 993 Los milik pedagang. Saat itu, sebagian kecil pedagang mampu menyelamatkan beberapa barang dagangnya, namun sebagian besar lainya harus rela melihat sumber mata pencaharianya habis dilahap si jago merah. Wid

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru