SURABAYA PAGI, Lamongan - Bila sehari sebelumnya baru ada 8 ribu rumah warga Lamongan yang tergenang karena banjir, kini jumlah rumah yang terdampak banjir bertambah menjadi 9610 rumah.
Selain jumlah rumah yang terdampak banjir bertambah, sebaran banjir di kota Soto juga bertambah. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, bila sebelumnya hanya 13 Kecamatan, kini sudah meluas hingga 17 Kecamatan.
Empat Kecamatan yang baru terdampak banjir seperti disampaikan oleh Muslimin, Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Selasa (14/4/2020), yakni Kecamatan Laren, Sekaran, Pucuk dan Karanggeneng.
Dari 17 Kecamatan itu kata Muslimin, banjir meluas hingga 115 Desa yang tersebar di Kecamatan Karangbinangun, Babat, Glagah, Deket, Turi, Kalitengah, Kedungpring, Lamongan, Tikung, Modo, Kembangbahu, Sukodadi, Sugio, Karanggeneng, Pucuk, Sekaran dan Kecamatan Laren.
Muslimin menyebutkan, dari 17 kecamatan tersebut, banjir yang paling parah terjadi di Kecamatan Babat dan Kecamatan Turi. "Di wilayah Kecamatan Babat itu ada 5161 rumah yang tersebar di 13 desa. Kemudian di Kecamatan Turi 1976 rumah yang terdampak, dan ini banjir terparah di dua Kecamatan ini," ujarnya.
Muslimin menambahkan, banjir yang melanda Kabupaten Lamongan tahun ini dinilai lebih parah jika dibandingkan dengan banjir tahun 2019."Kalau kita bandingkan dengan tahun kemarin, mungkin lebih besar ini kejadiannya, karena bersamaan dengan tinggi air Bengawan Solo, sehingga air yang dari Bengawan Jero ini tidak bisa dikeluarkan," katanya.
Selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul sungai jebol serta merendam lahan tambak dan persawahan."Untuk catatan lahan ikan hampir 6513 hektar tambak ikan, untuk lahan padi 1120 hektar," tutur Muslimin.
Untuk menanggulangi banjir tersebut, BPBD Lamongan telah berkoordinasi dengan Dinas Sumberdaya Air (SDA) Kabupaten Lamongan untuk menambah pompa air di tiga titik di Kuro, di Melik Kecamatan Kali Tengah dan di Babat.
"Ini upaya-upaya yang kita lakukan berkoordinasi dengan SDA Kabupaten Lamongan, untuk mengurangi debit air di wilayah yang menjadi kantong air untuk dikeluarkan ke Bengawan Solo," ucapnya.
Sementara untuk memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol, kata Muslimin, pihaknya juga telah mengirimkan material untuk perbaikan, seperti tiang bambu, karung, terpal dan material lainnya.
"BPBD sudah berupaya semaksimal mungkin dengan mengirim bahan banjiran ke beberapa titik, seperti di Datinawong Babat, Tambakploso, Putatkumpul, kemudian di Balun, Dorogede, Gedangan Sukodadi," kata Muslimin.
Lebih lanjut Muslimin mengatakan, meski saat ini banjir di Lamongan telah menggenangi ribuan rumah, namun belum ada warga yang diungsikan."Tidak kita lakukan evakuasi ke tempat pengungsian, karena sudah menjadi kebiasaan orang Lamongan terjadi banjir seperti ini, jadi sudah terbiasa," pungkasnya.jir
Editor : Redaksi