Komplotan Pembobol Rumah Kosong Diringkus

surabayapagi.com
Dinginnya jeruji besi tak membuat dua residivis ini kapok. Buktinya, mereka Kembali membobol rumah yang dalam kondisi kosong. Nahas, aksi mereka akhirnya terhenti setelah unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus keduanya. Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi Jemmi Purwodianto di Surabaya, Tim unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan dua tersangka pembobol rumah di Surabaya. Penangkapan kedua tersangka dilakukan usai petugas berhasil mengidentifikasi keduanya melalui rekaman kamera CCTV di tempat kedua tersangka beraksi terakhir kali, yakni di sebuah rumah kosong milik Marsyad yang berada di Semolowaru tengah XIV/10 Surabaya pada Senin (13/4) pagi. Kedua tersangka itu diketahui bernama Alendrala (39) warga Bogor dan Andryan Kaspari (23) warga Bojonegoro. Saat menjalankan aksinya, kedua tersangka memilik cara tersendiri untuk menentukan rumah yang hendak dijadikan target. Yakni dengan melihat lampu teras rumah yang masih menyala saat siang hari. “Pertama saya keliling daerah untuk mencari rumah. Cirinya rumah kosong itu pertama lampu menyala saat siang hari. Jika ada beberapa titik lampu menyala, maka kami masuk untuk merampok,” ungkap salah seorang tersangka. "Setelah dipastikan kosong, salah satu pelaku yakni AL ini memanjat pohon di depan rumah kemudian masuk teras. Dengan leluasa, tersangka ini masuk rumah melalui pintu belakang yang tak dikunci, sehingga tersangka mengambil barang berharga milik korban salah satunya kunci mobil Honda Jazz milik korban," kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, Senin (20/4/2020). Setelah berhasil masuk kedalam, keduanya seperti orang sedang kalap. Semua benda berharga jadi sasaran keduanya. Mulai dari laptop, jam dan handphone. Bahkan sebuah mobil honda jazz milik korban tak luput dari sasaran para tersangka ini. Saat beraksi para tersangka tidak membekali dengan senjata tajam, karena yang menjadi target mereka rumah yang sedang kosong. "Tersangka ini tidak membekali diri dengan senjata tajam saat beraksi. Cuma memang sasarannya adalah rumah kosong di Surabaya," tambahnya. Iptu Arief menambahkan, tercatat, sudah empat kali kawanan ini berhasil melakukan pencurian di Surabaya setelah keluar dari penjara pada tahun 2016 atas kasus serupa. Empat lokasi yang disasar itu adalah dua di wilayah Sukolilo dan dua lainnya di wilayah Rungkut Surabaya. Para pelaku ini berhasil diamankan di Bojonegoro setelah petugas berhasil mengidentifikasi rekaman CCTV dan mengetahui keduanya berada di Bojonegoro. Lantaran mencoba kabur saat akan diamankan, polisi akhirnya terpaksa memberikan timah panas di kaki salah satu tersangka. **foto** “Keduanya kita amankan di Bojonegoro. Pelaku AL justru melawan dan harus dilumpuhkan menggunakan senjata revolver milik petugas. Mungkin karena merasa sudah pernah masuk penjara jadi melawan petugas. Barang bukti yang kita amankan yakni mobil Jazz Nopol L 1131 HU, jam tangan mewah, leptop dan ponsel pintar seri S,” paparnya. Kepada polisi, keduanya mengaku juga pernah beraksi di wilayah di luar Surabaya dan Jawa Timur. Hal itu diungkapkan tersangka Alendrala. "Ya karena tidak ada pekerjaan lain. Jadi yang bisa saya lakukan cuma ini. Nyuri. Pernah juga nyuri di Jakarta dan sekitarnya dulu," tuturnya. Akibat perbuatannya, para tersangka harus Kembali merasakan dinginnya jeruji besi.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru