SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hampir semua lini kehidupan runtuh akibat pandemi COVID-19. Tak terkecuali sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu yang dirasakan seorang penjual peyek asal Makassar, Yuni.
Dahulu, sebelum wabah melanda, setiap harinya Yuni mampu menjual sedikitnya 200 bungkus peyek.
Baca juga: Teras Kriya 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Ekraf UMKM Khas Kota Madiun
Namun, ketika corona mulai "menggila", Yuni tidak ada pilihan lain. Jualannya benar-benar terhenti. "Karena sekolah kan libur. Jadi, otomatis tidak ada tempat bagi saya menitipkan dagangan," jelasnya, selasa (12/5/2020).
Baca juga: Lewat Skema Bantuan Pusat, Pemkab Magetan Ajukan Usulan Revitalisasi Pasar Sayur
Menurut Irman Yasin Limpo, Yuni tidak sendiri. Mayoritas UMKM pasti mengalami hal yang sama selama pandemi berlangsung. Apalagi di beberapa kota telah ditetapkan status PSBB. Sehingga mempersulit orang untuk berinteraksi.
Baca juga: Petrokimia Gresik Dorong UMKM Naik Kelas Lewat PetroNite Fest 2026
Lebih lanjut, adik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo itu mengatakan UMKM harus menjadi pondasi perekonomian rakyat. Sehingga harus survive. "Untuk itu dengan pembelajaran dari Covid ini perlu disiapkan regulasi dan strategi khusus untuk UMKM. Jangka pendek saya membantu dengan promosi di podcast KataNone, minimal bisa bertahan dalam situasi wabah Covid 19," tegasnya.
Podcast KataNone merupakan sarana komunikasi terbaru bagi Irman untuk menyapa warga masyarakat. Ada beberapa segmen dalam tayangan tiap harinya. Mulai dari diskusi, endorse UMKM, hingga kuis. "Endorse UMKM ini gratis sebagai upaya membantu masyarakat kecil dan menengah. Setiap harinya ada lebih dari 5 produk masyarakat yang dikenalkan," tegasnya. sb/dsy
Editor : Redaksi