Pemprov Jatim Salurkan Ventilator Rumah Sakit Rujukan

surabayapagi.com
Gubernur Jatim saat menerima sumbangan ventilator di gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (20/5/2020). Sp/Arlana

Surabaya Pagi, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali salurkan bantuan untuk 20 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dan 1 rumah sakit darurat di Jawa Timur. Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bantuan ini diberikan untuk optimalisasi penanganan Covid-19 di seluruh wilayah Jawa Timur.

"Rasanya ada tantangan baru bagi kita semua untuk bisa memaksimalkan layanan kepada pasien supaya tingkat kesembuhan semakin meningkat, dan tingkat kematian semakin menurun," ujar Khofifah di Gedung Grahadi pada Rabu (20/5/2020).

Bantuan yang diberikan kepada 21 rumah sakit ini total berupa 40 Ventilator dan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). Jika dijumlahkan maka total bantuan yang diberikan Pemprov Jawa Timur senilai 20 milyar rupiah.

Khofifah juga berterima kasih kepada seluruh rumah sakit rujukan yang telah berusaha semaksimal mungkin dalam menangani pasien Covid-19. Dirinya juga berharap agar tenaga medis di seluruh rumah sakit untuk tetap kuat dan sabar merawat pasien, khususnya pasien Covid-19.

Sementara itu dr. Joni Wahyuhadi ketua rumpun kuratif gugus tugas Covid-19 Jawa Timur menambahkan jika kapasitas ventilator isolasi bertambah dari 26 menjadi 162. Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa gugus tugas pusat sudah mengirimkan mesin PCR.

"Dari gugus tugas pusat, untuk proses testing yang lebih cepat rasanya sudah dikirim mesin PCR dengan reagen ke beberapa rumah sakit. Ada 7 rumah sakit yang kita usulkan," ujar Joni di waktu dan tempat yang sama.

Di kesempatan ini dr. Joni juga mengupdate sebaran Covid-19 di Jawa Timur. Per hari ini (20/5/2020) jumlah pasien positif di Jawa Timur secara kumulatif 2.491. Artinya ada penambahan 119 kasus baru. Sementara total pasien sembuh ada 403 orang, dan total pasien meninggal ada 243.

"Banyak pasien meninggal di usia lanjut dan mengidap penyakit komorbid. Dan pasien yang sembuh juga kebanyakan anak muda. Jadi sebaiknya untuk OTG lebih menjaga jarak dengan orang berusia lanjut untuk menghindari penularan," jelas dr. Joni. (adt)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru