Lebaran Ketupat, Warga di Jombang Lepas Balon Udara

surabayapagi.com
Balon udara raksasa saat di isi asap sebelum diterbangkan. (SP/M. Yusuf)

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Masyarakat Jawa Timur merayakan tradisi lebaran ketupat. Tradisi tersebut dilakukan satu minggu setelah hari raya Idul Fitri. Dalam perayaan lebaran ketupat, masing-masing memiliki cara tersendiri.

Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Mereka merayakan lebaran ketupat dengan cara unik, yakni menerbangkan balon udara raksasa. Pada tahun ini, meski sedang dilanda pandemi Covid-19, namun tradisi menerbangkan balon raksasa tersebut tetap dilakukan.

Baca juga: Sebelum Lebaran 2026, Pemkab Tulungagung Targetkan Perbaikan Jalan Rusak Rampung

Menurut mereka, hal ini juga sekaligus agar wabah Covid-19 lekas berakhir. Penggagas balon udara, Yusuf (35), mengatakan, meskipun telah dilarang, namun tradisi menerbangkan balon udara itu tetap dilakukan, karena dianggap sudah menjadi tradisi saat perayaan lebaran ketupat.

"Seusai menyantap ketupat di rumah masing-masing, warga kemudian berkumpul di lapangan desa. Mereka terlebih dahulu menyalakan petasan berondongan," katanya, kepada jurnalis, Minggu (31/5/2020).

Baca juga: Masa Angkut Lebaran 2025, Penumpang di KA Daop Madiun Melonjak 7 Persen

Yusuf menjelaskan, setelah menyalakan petasan, baru kemudian menerbangkan balon udara buatan warga yang memiliki tinggi tujuh meter. Balon tersebut ada tiga macam yang disiapkan oleh masing-masing dusun.

"Ada tiga balon udara yang yang kita terbangkan. Diantara tiga balon itu, ada satu balon raksasa dengan ukuran tujuh meter. Untuk anggarannya, para remaja disini iuran," jelasnya. Dalam menrbangkan balon itu, masing-masing memiliki tugas. Setelah balon udara terisi penuh dengan asap bakaran dari kayu, maka balon udara diterbangkan. Saat menerbangkan balon, tentunya warga berdoa bersama. Salah satunya agar wabah Covid-19 cepat berakhir..

Baca juga: Momen Lebaran, Pemkab Sumenep Jadikan ‘Festival Ketupat’ Media Edukasi Generasi Muda

"Menerbangkan balon dibutuhkan lima orang. Satu orang mengisi asap dengan membakar pengapian, empat orang mengembangkan tali di empat sisi balon. Setelah terisi penuh baru kita terbangkan. Dan berdoa semoga pandemi Covid-19 cepat hilang di Indonesia," pungkasnya.suf

 

Editor : Aril Darullah

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru