Minim Siswa, 28 SD di Sumenep Bakal Digabung

surabayapagi.com
Salah satu SD di Sumenep yang minim siswa. SP/ Haz

SURABAYAPAGI.com, Sumenep – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berencana menggabungkan (regrouping) 28 Sekolah Dasar (SD) di wilayahnya. Langkah ini dilakukan lantaran jumlah siswa di sekolah tersebut di bawah standar rombongan belajar.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Abd. Kadir menyampaikan, puluhan sekolah yang akan di-regrouping itu tersebar di sejumlah kecamatan, baik di wilayah kepulauan maupun daratan.

Baca juga: Disdik Bojonegoro Keluarkan SE Jam Masuk Baru: SD dan SMP Pukul 06.30 WIB di Kecamatan Kota

“Sekarang kami masih melakukan pendataan, dimana sekolah yang akan digabungkan dan dimana sekolah yang akan kami tutup,” katanya, Kamis (18/6/2020).

Menurut Kadir, regrouping itu terpaksa dilakukan karena jumlah siswa di sekolah tersebut sangat minim. Bahkan ada sekolah yang sudah tidak memiliki siswa.

Baca juga: Pemkot Surabaya Terapkan TKA Berbasis Komputer ke Puluhan Ribu Siswa SD dan SMP

“Ada sekolah yang hanya memiliki 5 siswa, sehingga untuk efektivitasnya harus dilakukan penggabungan dengan sekolah terdekat,” tuturnya.

Kadir menyampaikan, salah satu penyebab dari regrouping tersebut adalah faktor utamanya karena banyaknya lembaga pendidikan di satu desa. Selain itu, jumlah siswa yang akan sekolah juga mulai sedikit.

Baca juga: Luncurkan Program SSN, Pemkab Pacitan Integrasikan Pembelajaran Madrasah Diniyah

“Rata-rata kalau di Sumenep itu, satu desa ada tiga lembaga pendidikan. Perbandingannya satu SD dan beberapa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sehingga persaingan cukup ketat,” tuturnya. (haz)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru