Sasar Pasar dan Industri, Tegakan Disiplin Protokol Kesehatan

surabayapagi.com
Bupati bersama tim saat melihat langsung kedisiplinan industri menerapatkan protokol kesehatan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Lamongan, terus berpupaya menegakan kedisiplinan dalam penerapan Protokol Kesehatan, kali ini menyasar sektor industri dan pasar.

Kali ini perusahaan yang disasar oleh tim HTPPC adalah di PT Bumi Menara Internusa (BMI). Industri yang berada di wilayah Deket ini, sebelumnya telah didapuk sebagai Industri Tangguh Tanggap Semeru bersamaan dengan Pasar Desa Made serta Pasar Tingkat Lamongan sebagai Pasar Tangguh.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Lamongan Fadeli selaku ketua GTTPC Lamongan didampingi Kapolres Lamongan AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono. Saat di PT BMI, GTPPC Lamongan disambut Plant Manager PT BMI Deni Wahyudi.

Mereka menelisik berbagai fasilitas dan penerapan protokol kesehatan di industri pengolahan makanan tersebut. Sementara itu dalam sambutannya, Fadeli mewanti-wanti agar tidak muncul klaster baru di bidang industri.

"Saya tidak ingin muncul klaster baru, apalagi di industri. Karena itu peresmian Industri Tangguh Semeru ini sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Sebuah awasan yang menyiapkan diri dengan protokol kesehatan. Tadi juga saya lihat di PT BMI mengatur protokol kesehatan di kantinnya," ujar Fadeli.

Sebelumnya, lanjut Fadeli, sudah ada Kampung Tangguh, Pesantren Tangguh dan Pasar Tangguh yang baru saja diresmikan di Pasar Desa Made dan Pasar Tingkat Lamongan. "Nanti juga akan ada sekolah-sekolah tangguh. Disiapkan tim Gugus Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim. Ini bagian dari kesiapan dari Lamongan Menuju New Normal," katanya menambahkan.

Hal yang sama juga diungkapkan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Ia mengungkapkan PT BMI layak mejadi industri percontohan. Tidak salah jika GTPPC Lamongan meresmikannya menjadi Industri Tanggap Semeru.

"PT BMI ini latar belakangnya industri makanan, sungguh luar biasa pengaturan protokol kesehatannya. Yang penting nanti pelaksanaannya harus bagus juga. Ini bisa menjadi contoh bagi industri lainnya di Lamongan," ungkapnya.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, kata dia, juga bisa menjamin keberlangsungan industri di tengah pandemi COVID-19. Dia meminta agr PT BMI melakukan pula screening ketat pula saat karyawan keluar dan masuk.

Sedangkan Kapolres Lamongan AKBP Harun juga mengapresiasi komitmen perusahaan dalam mencegah penularan Covid-19. "PT BMI ini memang layak jadi Industri Tangguh Semeru.

Perusahaan ini memiliki komitmen untuk mencegah penularan COVID-19. Di semua proses produksi maupun manajemen sudah dilaukan upaya proteksi dengan protokol kesehatan," tuturnya. jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru