Undercover Plaza Marina HP Black Market

surabayapagi.com
Pelanggan melihat - lihat handphone (HP) di stand pusat penjualan elektronik di Plaza Marina, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/7).SP/Patrik Cahyo

SURABAYAPAGI, Surabaya – Peredaran ponsel blackmarket (BM), nyatanya masih terus beredar dipasaran,  bahkan berjalan secara maksimal di sejumlah daerah. Belum lama ini kasus peredaran ponsel dengan garansi tidak resmi berhasil dibongkar oleh Kanwil Bea Cukai Jakarta dan dianggap merugikan keuangan Negara.

Dari pantuan SurabayaPagi ke salah satu pusat penjualan elektronik, seperti  Plaza Marina Surabaya. Tim kemudian mengunjungi beberapa store penjualan handphone yang berada di lantai 2 (dua) dan menggali sejumlah data tentang peredaran HP blackmarket.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari stand penjualan elektronik produk Vivo mengatakan bila sudah lama distributor tidak mengedarkan ponsel illegal dengan alasan memiliki resiko yang cukup tinggi.

“Untuk penjualan ponsel dari distributor sudah lama tidak beredar disini dikarenakan sudah tidak boleh mengedarkan di Indonesia bahkan sampai masuk ke store besar gini memiliki resiko tinggi semisal menyelundupkan” ungkap pramuniaga.

Dari penuturan salah satu pramuniaga tersebut, menyatakan bila setiap produk ponsel yang di perjual – belikan di lingkungan Plaza Marina Surabaya harus sudah memiliki garansi resmi, dan di store kami sudah menerapkannya.

Sementara itu, pada store ponsel  berikutnya juga mengatakan hal yang sama bahwa tempatnya hanya menyediakan produk – produk ponsel yang bergaransi resmi.

“Store tidak berani mengeluarkan barang dengan barang yang black market (BM). Iya, memang store kami tidak melayani penjualan ponsel dengan barang BM apalagi dari distributor, hanya menjual barang yang resmi dengan garansi TAM” ungkap Anita Pelayan Toko.

Pada kunjungan ke tiga, disalah satu store penjualan handphone. Sebut saja Andi, salah satu penjual ponsel di Plaza Marina, mengatakan bila saat ini ponsel BM terbilang stoknya kosong, terutama merk handphone Iphone.

“Dulu sempet ada stok dari distributor ponsel merk iphone cuma karena sekarang stok barangnya sudah habis karena stoknya dari Jakarta, apalagi sekarang sudah ditarik distributor,” terangnya kepada Surabaya Pagi.

Lanjutnya, ia mengaku bila teman-teman yang menyediakan barang black market mengaku tidak mengedarkan karena ada PS Store yang terkena kasus  tentang penyelundupan barang illegal.

“Mengingat kemarin ada kasus PS Store yang tertangkap karena menjual barang Black Market, jadi temen-temen yang lain sekarang tidak berani”ujarnya.

Selain itu pendapat dari pengunjung yang datang ke pusat penjualan elektronik di Plaza Marina Surabaya terkait dengan pemakaian handphone yang resmi bergaransi atau Black Market (BM). Salah satu penunjung Putri Wulan mengatakan  lebih memilih handphone yang bergaransi resmi daripada BM karena mengingat servis mudah, biasa HP black market tidak di terima di Store resmi hpnya.

Berbeda dengan Angger lebih memilih membeli HP yang garansinya resmi tapi dengan harga mahal daripada membeli HP dengan produk Black Market tetapi cepat rusak” pungkasnya. Pat

 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru