Pilkada 2020, Pemilih Diminta Gunakan Sarung Tangan Plastik di TPS

surabayapagi.com
Ketua KPU Arief Budiman.SP/SP

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Penyelenggaraan Pilkada Daerah 2020 akan segera dilaksanakanpada 9 Desember sebagai antisipasi penyebaran Covid-19,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memberikan sarung tangan plastik sekali pakai kepada pemilih agar menghindari pemilih menyentuh benda-benda umum di tempat pemungutan suara (TPS) secara langsung.

"Kita lengkapi sarung tangan supaya nanti bersentuhan dengan banyak benda dalam TPS, kemudian terlindungi tangannya," ujar Ketua KPU Arief Budiman, Jumat (7/8).

Baca juga: Pakar Nilai Masyarakat Punya Legitimasi Kuat ke DPRD dengan Adanya Pilkada Tidak Langsung

Penggunaan sarung tangan ini tetap diberlakukan KPU meski pada saat simulasi pemungutan suara pada 22 Juli lalu, Kementerian Kesehatan memberi masukan agar pemilih tidak perlu memakai sarung tangan. Alasannya, pemilih sudah diwajibkan mencuci tangan saat akan masuk maupun setelah keluar TPS.

Namun, kata Arief, sarung tangan menjadi upaya melindungi pemilih dari potensi penyebaran virus melalui benda-benda yang digunakan secara berulang seperti alat coblos. Kendati demikian, KPU tetap menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk dan keluar TPS.

Baca juga: Wacana Pilkada Tidak Langsung, Akademisi Soroti Pentingnya Demokratisasi Partai

"Kita tidak tahu selama dalam TPS dia melakukan apa misal menggaruk mata, mengusap hidung mengusap mulut dan lain-lain. Punya potensi juga makanya kami tetap gunakan sarung tangan plastik," kata Arief.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu takut mengikuti pemungutan suara ketika protokol kesehatan dipatuhi semua orang. Dengan demikian, ia meminta peran setiap pihak dari sekarang mulai menyosialisasikan pentingnya mentaati protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Pilkada Melalui DPRD, Ada Cagub Setuju, Murah!

"Saya pikir menjadi tugas bersama kita untuk meyakinkan kepada masyarakat, sepanjang semua menerapkan protokol kesehatan yang ketat tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tutur Arief.An

 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru