SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pengelolaan sampah sejak hulu dengan memilah sampah sesuai jenisnya melalui keterlibatan aktif masyarakat terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Melalui pengelolaan sampah dimulai dari rumah, Pemkab Tulungagung berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan iklim sehat di masa mendatang.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat mulai dari rumah itu dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan alam serta mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengajak masyarakat untuk komitmen pilah sampah untuk masa depan iklim.
Ajakan itu disampaikan Baharudin saat menghadiri Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang dipusatkan di Kelurahan Kepatihan RT 003 RW 009, Kecamatan Tulungagung, sebagai wujud sinergi Pemkab Tulungagung dengan seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat.
"Ini panggilan mendesak bagi seluruh bangsa untuk merespons tantangan interkonektif yang mengancam bumi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi. Krisis sistemik ini memerlukan percepatan kerja bersama dan aksi nyata yang masif," kata Baharudin.
Tahun 2026, dunia mengusung tema global 'Inspired by Nature For Climate, For Our Future' dengan kampanye #NowForClimate. Tema ini mendorong aksi iklim berbasis alam, partisipasi publik inklusif, dan inovasi teknologi hijau. Adapun Pemerintah Indonesia mengangkat tema 'Saatnya Bekerja untuk Iklim'. Menurutnya, tema ini dirancang untuk mentransformasikan paradigma masyarakat. Ahmad Baharudin menekankan, keberhasilan 'Saatnya Bekerja Untuk Iklim' diukur dari kemampuannya menyentuh lingkungan terkecil.
"Perubahan besar global selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Mulai dari keluarga, RT, hingga komunitas lokal," imbuhnya.
Untuk itu Baharudin mengajak seluruh masyarakat membangun komitmen bersama dalam gerakan pemilahan dan pengolahan sampah yang dimulai dari lingkungan rumah tangga sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan iklim di masa mendatang. Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan serta mengoptimalkan pengolahan sampah organik maupun anorganik sebagai salah satu upaya memperkuat pengendalian perubahan iklim lewat kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, dan penerapan solusi hijau berkelanjutan.
"Mari terus menjaga keseimbangan alam dan manusia agar terwujud penurunan emisi gas rumah kaca dengan mengedepankan inovasi dan prinsip keadilan," pungkasnya. Can
Editor : Redaksi