Kebakaran di Jalan Kranggan Tewaskan 5 Orang yang Masih Satu Keluarga
Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Si Jago Merah yang menjilat satu keluarga pemilik toko elektronik di Jalan Kranggan Nomor 21 hingga tewas mengenaskan ini menyisakan pilu. Beberapa pedagang yang berjualan di Pasar Blauran Baru, yang kebetulan bertetangga di Blauran-Kranggan merasa kehilangan. Pasalnya, pemilik toko elektronik UD Sumber Jaya sering berinteraksi dengan para pedagang sekitar. Bahkan sering membeli makanan di dalam pasar yang dikenal sebagai pusat jajanan khas Surabaya ini. Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi, Septyan Ardiyanto dan Patrik Cahyo di lokasi kejadian kebakaran, Minggu (30/8/2020) kemarin.
Dari data yang dihimpun Surabaya Pagi, korban meninggal dunia korban kebakaran itu diantaranya Budi Susanto (33) pemilik toko elektronik, Agus Susanto (36) kakak kandung Budi Susanto, Melanie (36), Meliana (60) diduga ibu Budi Susanto dan Agus Susanto, dan Alexander (15) yang tak lain cucu dari Meliana dan anak dari Agus Susanto.
Mereka meninggal dunia secara mengenaskan dengan terpanggang hidup-hidup, diduga terjebak api yang sudah melalap toko elektronik sejak Minggu pagi pukul 07:50 WIB.
Menurut saksi mata yang juga pedagang di Pasar Blauran Baru, Yohanes (31), awal mengetahui kejadian ruko elektronik terbakar saat dirinya ditelpon oleh saudaranya, bahwa ada ruko terbakar yang berada di dekat toko milik Yohanes.
“Saat itu saya panik. Saudara saya yang punya jualan di pasar situ bilang, kalau toko milik pak Budi terbakar. Makanya saya buru-buru datang dan menutup toko,” kata Yohanes kepada Surabaya Pagi, di lokasi kejadian, Minggu (30/8/2020).
Rajin ke Gereja
Yohanes sendiri mengenal keluarga Budi Susanto yang menjadi korban kebakaran. “Saya kira, mereka (keluarga Budi Susanto) pada ke gereja semua. Taunya, saat api sudah dipadamkan, kok yah masih di dalam. Mereka itu suka main ke tempat saya. Bahkan juga jadi langganan beli makanan ditempat saudara saya juga,” cerita Yohanes.
Menurut keterangan Yohanes, tempat usaha milik Budi Susanto itu, memiliki nama toko Jaya Mulya Elektronik, dengan badan usaha bernama UD Sumber Jaya.
Selain Yohanes, keterangan Leti (57), saksi mata yang juga tetangga korban Budi Susanto di Pasar Blauran, saat ditemui di lokasi kebakaran, Minggu (30/8/2020) siang kemarin, juga sempat panik melihat kebakaran yang terjadi di toko elektronik milik Budi Susanto. “Saya kaget saat ditelpon saudara saya. Saat itu saya langsung mengamankan tempat jualan saya. Kaget aja, tak percaya dengan peristiwa ini,” jelas Leti.
Ia pun tak menyangka, satu keluarga pemilik toko elektronik meninggal terjebak di dalam ruko. Sebab, ia teringat salah satu korban yaitu Alexander yang sering membeli ke tokonya. "Dia masih duduk di kelas X SMA. Sering sekali beli ke toko saya. Saya juga kenal dengan orang tuanya, yang ternyata juga jadi korban," ujar pedagang palawija itu, Minggu, (30/8/2020).
Tak Ada Ventilasi Udara
Saat berada di lokasi, Leti menyaksikan satu persatu jenazah dievakuasi. Menurut kesaksiannya bangunan tersebut hanya memiliki satu pintu keluar. "Jadi di ruko itu nggak ada jendela sama sekali. Tak ada ventilasi sama sekali," lanjutnya.
Sementara itu, saat ia pertama kali datang di lokasi kebakaran, kepulan asap sempat membumbung di lantai 2 Pasar Blauran. "Ada atap yang nyambung ke bangunan pasar. Tadi ada asapnya lalu berhasil dipadamkan oleh petugas. Dan dijebol atap itu," katanya sembari menunjukkan bekas atap yang mengeluarkan asap, Minggu, (30/8/2020). Bahkan, tembok salah satu toko yang tepat berada di sebelah atap tersebut masih hangat dampak dari kebakaran. Namun, kini telah diamankan.
Aliran Listrik Dipadamkan
Hal yang sama juga dikisahkan Suharti (36), salah satu warga yang berada di Jalan Kranggan. Dari pengakuannya, warga sekitar sempat melihat ada kepulan asap yang memasuki kawasan Pasar Blauran Baru sekitar pukul 08.30 Wib. Mereka mengira asap itu hanyalah sebuah aktivitas pedagang. "Asap itu lama kelamaan tambah tebal. Begitu diperiksa keluar ternyata ada kebakaran yang ada di dalam ruko elektronik tersebut," ungkapnya di lokasi kejadian.
Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan
Melihat ada kejadian tersebut, aliran listrik pasar seketika dimatikan agar tidak merambat ke pasar. Sejumlah warga juga mendengar suara gedor-gedor rolling door yang berasal dari dalam ruko tersebut.
Kondisi Kabel Berserakan
"Kondisi saat itu pintu dalam keadaan dikunci. Ini tempat usaha sekaligus tempat tinggal satu keluarga soalnya. Setiap hari buka jam 9 pagi sudah tata tata, toko elektronik itu buka setiap hari senin – sabtu kecuali minggu tutup karena ke gereja" imbuhnya.
Ia menduga penyebab peristiwa ini berasal dari hubungan arus pendek (Konsleting listrik). Selain itu bangunan yang mereka huni juga kontruksinya lama.
Menurutnya, setiap hari kabel listrik selalu bertumpuk dan berserakan di sekitar tempat usahanya. Sehingga memungkinkan untuk terjadi konsleting” pungkasnya.
Sedangkan, salah satu saudara yang diketahui sepupu dari korban bernama Adi Prayitno mengetahui kabar tersebut justru dari media online. "Saya tau kabar justru dari media online Minggu pagi, saya langsung ke lokasi, sampai lokasi kejadian sekitar pukul 10.10 WIB api sudah mulai mereda. Saat saya coba tanya ke petugas tidak ada yang menjawab karena mereka terlihat sedang berusaha mengevakuasi korban," kata Adi.
Hingga kini, Adi masih berusaha menghubungi kerabat keluarga yang lain untuk datang ke rumah sakit. "Penyebab kebakaran hingga sekarang belum tahu kenapa karena saya masih menunggu hasil investigasi dari polisi," kata pria yang tinggal di Jalan Bromo Surabaya ini.
Untuk pemakaman sendiri, Adi mengaku belum tahu akan dimakamkan di mana mengingat sanak keluarga yang lain belum datang ke lokasi.
22 Unit Damkar dan Bronto Skylift
Baca juga: Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog
Dalam kebakaran Minggu pagi kemarin, Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya menerjunkan 22 unit pemadam kebakaran, termasuk menurunkan 1 (satu) unit mobil damkar yang dilengkapi bronto sky lift setinggi 42 meter.
“Kami terjunkan unit cukup banyak dan 1 unit bronto sky lift 42 meter, agar api tidak merembet ke seluruh Pasar,” kata Dedi Irianto, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kota Surabaya, Minggu (30/8/2020).
Dedi Irianto menceritakan, pihaknya baru menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.58 WIB. Selang beberapa menit dari laporan yang kami terima, petugas dari pemadam kebakaran sudah berada di lokasi kejadian. Saat itu api sudah besar dan asap sudah tebal.
Pintu Dijebol Paksa
“Jam 07:58 ada kebakaran di toko elektronik di jalan kranggan, 5 menit kemudian petugas pemadam kebakaran sudah ada dilokasi. Hanya saja saat petugas sudah berada di lokasi toko elektronik yang terbakar tersebut masih belum buka, sehingga petugas pemadam kebakaran harus membuka pintu harmonika terlebih dahulu. Selang beberapa saat asap pun sudah mengepul. Akses masuk menuju toko elektronik tersebut juga terbatas, padahal didalam masih orangnya saat asap sudah mengepul dan pandangan mata mulai tak terlihat dengan jelas,” kata Dedi di lokasi, Minggu (30/8/2020).
Dedi menambahkan, para korban ditemukan di dalam kamar dan ada yang berada dekat di Gardu Listrik. "Yang banyak ditemukan di kamar. Kondisi sudah mengenaskan, hangus dan secara fisik sudah tidak bisa dikenali lagi," tambah Dedi.
Kurang lebih satu jam si jago merah berhasil dijinakkan. Namun, membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pembasahannya.
Di lokasi yang sama, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyebut bahwa lima jenazah ditemukan di kamar dan dekat gardu listrik. Lima jenazah itu ditemukan saat timnya melakukan identifikasi dan olah TKP.
"TKP sudah kami police line dan untuk penyebab pastinya akan diketahui setelah Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan olah TKP. Rencananya besok," tandas Sudamiran. Korban pertama ditemukan di bawah panel listrik dengan posisi tertimpa sepeda motor, ada yang di dalam kamar tidur dua orang, dikamar mandi satu orang dan di ruang tengah ada satu orang. tyn/pat/jul/dsy/rmc
Editor : Moch Ilham