SURABAYA PAGI, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Tim One Pesantren One Product (OPOP) Jatim bertekad mewujudkan komitmen dalam pembangunan ekonomi berbasis pesantren.
Sekretaris Umum OPOP Jatim, M Ghofirin, Selasa, (8/9/2020) mengatakan, pondok pesantren di Jawa Timur hingga kini yang telah memiliki izin sebagaimana data dari Kemenag Jatim telah mencapai 4.600 pondok pesantren. Ini sebuah angka yang luar biasa besar dan diharapkan dapat menjadi media bersama dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Jatim melalui jalur atau basis pondok pesantren.
Baca juga: Gubernur Khofifah Berangkatkan 3.000 Peserta Mudik Gratis Kapal Laut dari Pelabuhan Jangkar
Dikatakan Ghofirin, OPOP yang telah terbentuk mempunyai tujuan menanamkan jiwa kewirausahaan yang Islami kepada para santri, mendorong menjadi startup bisnis di sektor ekonomi syariah serta menghasilkan produk pesantren yang unggul, berdaya saing, inovatif dan kompetitif.
Selain itu, OPOP juga bertujuan menjadikan pesantren sebagai institusi pemberdayaan masyarakat sekitar yang saling menguntungkan bagi masyarakat, mengoptimalkan perkembangan teknologi informasi dalam pemberdayaan ekonomi pesantren serta membangun sinergi antarpondok pesantren untuk ekosistem bisnis yang berkualitas.
Baca juga: Pererat Ukhuwah Islamiyah, Khofifah Bagikan Mushaf Madinah Hadiah Raja Salman di Jatim
Ditambahkan Ghofirin, OPD di lingkungan Provinsi Jawa Timur sesuai dengan tupoksinya memiliki peran sangat strategis dalam upaya mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren.
“Dinas Koperasi UKM bisa mendukung program dan kegiatan sesuai tupoksi, Dinas Perdagangan, Dinas Kominfo, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Peternakan serta dinas dinas lain, saya kira bisa mengimplementasikan program dan kegiatannya untuk bersinergi dengan OPOP Jatim. Perencanaan sinergi program ini akan kami matangkan terus hingga tahun tahun ke depan,” pungkasnya.(arf)
Baca juga: Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas
Editor : Mariana Setiawati