SURABAYAPAGI, Surabaya - Keluhan tokoh masyarakat mulai dari RT hingga RW terkait permasalahan carut marutnya sistem lomba SSC (Surabaya Smart City) beredar viral di sejumlah media silosial.
Hal ini mendapat kritikan pedas dari LSM Lumbang Informasi Rakyat (Lira) yang menilai ada 'sesuatu' yang disembunyikan dari program Pemkot Surabaya tersebut.
Baca juga: Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen pada 2025, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota
Walikota LSM Lira Surabaya, Asraaf mengatakan, permasalahan SSC yang lagi ramai dibeberapa media online patut diduga adanya ketidakberesan dalam tubuh Pemerintah Kota Surabaya.
"Kami dengan tegas meminta kepada penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian agar melakukan pemeriksaan siapa yang mengelola mamin (makan-minum) panitia," tegasnya, Jumat, (25/9).
Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Mendagri, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA saat Lebaran
Pihaknya mendapat informasi bahwa yang mendapat bagian pengadaan mamin untuk program tersebut tak jauh dari lingkungan penguasa kota Surabaya.
"Kami menduga bahwa terkait hal ini yang mendapat tender mamin peserta adalah anak penguasa Kota Surabaya," tandasnya.
Baca juga: Gandeng Kejati Jatim, Pemkot Surabaya Serius Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Ketiga
Selain itu, dalam waktu dekat ini Lira akan berkirim surat kepada Dinas terkait, dalam hal ini DKRTH Kota Surabaya
"Insya Allah dalam waktu dekat ini, Lira akan melayangkan surat untuk meminta kejelasan terkait tender program SSC," pungkasnya. Alq
Editor : Mariana Setiawati