SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Melihat kondisi rencana dibukanya sekolah tatap muka. Saya rasa Pemkot Surabaya jangan memaksakan lebih dulu. Karena tidak semua anak memiliki daya imun yang kuat. Mungkin perlu diperhatikan oleh sekolah dan Dinas kesehatan juga mendata anak-anak yang rentan atau anak-anak yang memiliki penyakit bawaan.
Meski begitu, perlu adanya pembatasan sosial terhadap anak dengan membatasi ruang gerak anak, terutama jenjang SMA/SMK karena selalu bergerombol.
Baca juga: Demi Kepentingan Masyarakat, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Lahan 5.500 Meter Persegi
Seperti Sekolah harus memantapkan sosialisasi protokol kesehatan untuk anak-anak dan juga orang tua.
Baca juga: Terapkan Sistem Digital, Pendapatan Parkir Jalan Tanjung Anom Surabaya Naik Jadi Rp2,6 Juta
Dasar-dasar untuk membuka sekolah atau penerapan tatap muka di lingkungan pendidikan memang harus mendapat rekomendasi dari satuan gugus tugas.
Baca juga: Perkuat Karakter Anak Bangsa, Pemkot Surabaya Siapkan Ruang Publik Reog dan Jaranan
Kalau dari satgas harusnya zona hijau, tapi kalau sekarang selalu berubah. Perubahan-perubahan ini harus kita cermatin, sekolah harus mempersiapkan berbagai skenario untuk proses pembelajaran. Kita masih harus menyiapkan pembelajaran daring dan bila memungkinkan untuk tatap muka maka kita harus menyiapkan standart protokol kesehatan. byt
Editor : Moch Ilham