SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Melihat kondisi rencana dibukanya sekolah tatap muka. Saya rasa Pemkot Surabaya jangan memaksakan lebih dulu. Karena tidak semua anak memiliki daya imun yang kuat. Mungkin perlu diperhatikan oleh sekolah dan Dinas kesehatan juga mendata anak-anak yang rentan atau anak-anak yang memiliki penyakit bawaan.
Meski begitu, perlu adanya pembatasan sosial terhadap anak dengan membatasi ruang gerak anak, terutama jenjang SMA/SMK karena selalu bergerombol.
Baca juga: Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Aktivasi Ruang Publik
Seperti Sekolah harus memantapkan sosialisasi protokol kesehatan untuk anak-anak dan juga orang tua.
Baca juga: Ketua Komisi A Beri Cacatan Satu Tahun Kepemimpinan Eri-Armuji
Dasar-dasar untuk membuka sekolah atau penerapan tatap muka di lingkungan pendidikan memang harus mendapat rekomendasi dari satuan gugus tugas.
Baca juga: Radial Road Lontar Ditarget Tuntas Maret 2026, Wali Kota Eri Cahyadi: April Sudah Bisa Dilewati
Kalau dari satgas harusnya zona hijau, tapi kalau sekarang selalu berubah. Perubahan-perubahan ini harus kita cermatin, sekolah harus mempersiapkan berbagai skenario untuk proses pembelajaran. Kita masih harus menyiapkan pembelajaran daring dan bila memungkinkan untuk tatap muka maka kita harus menyiapkan standart protokol kesehatan. byt
Editor : Moch Ilham