gSURABAYA PAGI.Com, Mojokerto - Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah meresmikan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Darul Dakwah di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/11) sore.
BLK yang berdiri di lahan pondok pesantren ini menjadi balai yang paling pertama diresmikan Menaker pada tahun 2020 ini. "Tahun ini kita targetkan membangun 1000 BLK Komunitas dari sabang sampai merauke. Lha kok kebetulan, BLK Darul Dakwah ini menjadi yang pertama kali diresmikan," ujarnya.
Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala
Ia memuji jika BLK Darul Dakwah ini proses pengerjaannya paling cepat dibanding BLK -BLK lainnya. Padahal seharusnya, sesuai jadwal, proyek ini rampung 4 bulan. "Tapi nyatanya, baru tiga bulan, BLK ini sudah berdiri megah di Ponpes Darul Dakwah," tuturnya.
Menaker Ida menambahkan, BLK Darul Dakwah memilih program jurusan pelatihan keren dibanding BLK lainnya yakni desain komunikasi visual. Ini disesuaikan dengan tingginya permintaan tenaga kerja desain grafis di daerah ini. "Saya lahir dan besar di desa ini, jadi saya paham kalu disini terkenal dengan kampung percetakan karena banyak usaha percetakan di desa ini. Sehingga cocok jika program jurusan balai yang diambil adalah Desain Komunikasi Visual," ucapnya.
Ia berharap, keberadaan BLK Komunitas ini nantinya mampu mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru. Karena ia melihat, demand untuk desainer grafis di desa ini cukup tinggi. "Usaha percetakan membutuhkan banyak tenaga desain grafis, jadi jurusan BLK ini sangat cocok jika didirikan di Kedung Maling," ujarnya.
Menaker menjelaskan, BLK Komunitas adalah suatu unit atau fasilitas pelatihan vokasi yang didirikan di lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, seminari, dhammasekha, pasraman, dan komunitas lainnya. "BLK ini berfungsi untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi/keahlian guna memberikan keterampilan kerja kepada siswa dan komunitas masyarakat di sektiar lembaga, sesuai dengan kebutuhan dunia kerja atau mendorong untuk berwirausaha," terangnya.
Ida juga menjelaskan bahwa BLK Komunitas merupakan terobosan dari Presiden Joko Widodo sejak tahun 2017. Trobosan ini bertujuan untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter di lembaga pendidikan keagamaan dengan tambahan keterampilan atau hard skill.
Pendirian BLK Komunitas adalah upaya meningkatkan sebaran lembaga pelatihan kerja, serta mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat atau komunitas. "Diharapkan dengan hadirnya BLK Komunitas, maka santri dan siswa lembaga pendidikan keagamaan serta masyarakat di sekitarnya, mendapatkan akses pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal," ujar Menaker Ida.
Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan
Menaker merinci, sejak 2017-2019, Kemnaker telah mendirikan 1.113 BLK Komunitas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di masa pandemi saat ini, Kemnaker tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM Indonesia dengan mengurangi kapasitas yang semula dialokasikan 2.000 menjadi 1.000 BLK Komnitas. "Jadi jika tahun ini bisa terealisasi semua, maka akan ada 2.113 BLK Komunitas yang tersebar dari sabang sampai merauke," pungkasnya.
Terpisah, Pengasuh Ponpes Darul Dakwah, KH. M. Nasrulloh mengaku bersyukur mendapat bantuan kucuran dana sebesar Rp. 500 juta untuk pembangunan BLK Komunitas ini. Ia berjanji akan memaksimalkan pemanfaatan BLK tersebut sesuai dengan fungsinya.
"Saya secara pribadi dan kelembagaan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan gedung, sarana dan prasarana serta tenaga pelatih yang diberikan kepada kita. Ini wajib kita syukuri dan semoga membawa berkah serta kemanfaatan bagi kita bersama," ucapnya. dwy
Editor : Mariana Setiawati