Disdikpora Trenggalek Tutup 4 SMP yang Gelar KBM Tatap Muka

surabayapagi.com
Kepala Disdikpora Trenggalek, Totok Rudianto. SP/ JT

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Wilayah Trenggalek kembali terpapar Covid-19. Adanya kasus tersebut membuat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek menutup sementara 4 SMP diantaranya SMP Negeri 2 Dongko, SMPN 1 Karangan, SMPN 2 Tugu dan SMP Al Anwar Durenan. Proses pembelajaran tatap muka kami hentikan selama 14 hari agar cluster penyebaran tidak meluas dan dapat di cegah, Jumat (13/11/2020).

Kepala Disdikpora Trenggalek, Totok Rudianto menjelaskan, bahwa proses pembelajaran sementara dialihkan secara daring atau jarak jauh. Keputusan penutupan sementara aktivitas di sekolah tersebut, sesuai dengan rekomendasi dari gugus tugas di tingkat kecamatan, agar Covid-19 tidak sampai menyebar di lingkungan sekolah.

Baca juga: Musim Libur Nataru: Wisatawan di Trenggalek Membludak, Pengelola Berlakukan Sistem Buka Tutup Akses

Totok menegaskan, setelah lewat 14 hari pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar sekolah, bersama gugus tugas penanganan Covid-19. Jika dinyatakan aman, maka aktivitas sekolah secara tatap muka kembali digelar seperti sebelumnya.

Disinggung terkait peningkatan status Trenggalek dari zona kuning ke zona oranye, menurutnya tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas pembelajaran tatap muka untuk jenjang SMP.

Baca juga: Harga Komoditas Cabai di Trenggalek Anjlok Drastis Jelang Nataru, Harga Telur Naik

Meski demikian, terkait zona oranye tersebut, Disdikpora Trenggalek memberikan instruksi kepada seluruh lembaga sekolah yang telah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, untuk lebih memperketat penerapan protokol kesehatan.

"Saya minta lebih diperketat lagi. Namun apabila misalkan ada kasus (Covid-19) di lingkungan belajar, maka akan kami ambil sikap lain," ujarnya.

Baca juga: Jumlah SPPG di Trenggalek Bertambah, Satgas Tegaskan Harus Lolos SLHS

Berdasarkan data di Disdikpora Trenggalek, dari 80 SMP negeri dan swasta, 76 di antaranya telah menggelar sekolah tatap muka, termasuk empat yang tutup sementara.

Sedangkan empat sisanya masih menerapkan belajar dari rumah (BDR). Yakni SMP Satu Atap 1 Bendungan, SMP Gotong Royong Watulimo, SMP PGRI Pule dan SMP Sore Pule. Sebab, belum memiliki fasilitas protokol kesehatan yang memadai. Dsy8

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru