SURABAYAPAGI.COM, Sampang - Bantuan Lansung Tunai (BLT) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKK) di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur koordinator UMKM diduga linglong 8 warga desa Samaran.
Dimana, dalam proses pencarian bantuan tersebut, para penerima bantuan sempat kebingungan. Lebih parah lagi, saat mereka di ajak ke Bank BRI di Sampang oleh salah satu koordinator berinisial W. Saat sampai di Bank BRI, para penerima tidak diapa apakan oleh koordinator maupun dari pihak Bank BRI.
Baca juga: Di Tengah Kenaikan Dollar, Peternak Lele Optimalkan Produksi untuk MBG
"Para penerima hanya diam di Bank BRI," kata salah warga yang enggan disebutkan namanya.
Sesampainya di rumah, para penerima bertanya tanya, apa maksud kita di suruh datang ke Bank BRI. "Awalnya koordinator mengelak kalau yang ke Bank BRI tidak dapat bantuan, namun setelah didesak, akhirnya koordinator tersebut mengakuinya," katanya.
Lebih lanjut, setelah didesak, para penerima yang berjumlah 8 orang tersebut, hanya 5 yang diakuinya. Sedangakan yang 3 orang, koordinator tidak mengakuinya.
Baca juga: Hidupkan Kemandirian UMKM, Pemkab Madiun Gencarkan Gelaran ‘Jumat Sore’ di Alun-alun Caruban
"Bantuan tersebut, per orang mendapatkan Rp. 2.4 juta," ucapnya.
Uang yang senilai Rp 2.4 juta tersebut dikasihkan ke penerima di rumah di Kecamatan Tambelangan setelah di desak oleh keluarga para penerima. "Ironisnya, para penerima tidak merasa mencairkan, tapi kok uangnya bisa cair, ada apa ini," ungkapnya.
Baca juga: Viral Dianggap Angker! Warga Justru Senang Bangunan KDMP di Lamongan Dekat Makam
Sementara, Wahed, selaku koordinator para penerima bantuan saat di hubungi mengatakan, langsung hubungi ke kepala Desanya.
"Langsung ke pak Kepala Desanya, selaku Pamong," Kata Wahed dengan singkat. gan
Editor : Moch Ilham