SURABAYAPAGI.com, Brazil - Brasil dilaporkan telah mencatat kasus kematian harian Covid-19 tertinggi di dunia. Brasil melaporkan 3.368 kematian terkait virus corona baru menurut Worldometers. Sebelumnya, rekor kasus, yang dibarengi dengan 2.777 kematian baru Covid-19, terjadi sehari setelah Brazil mencapai 300.000 lebih kematian. Angka tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Rata-rata kematian dalam tujuh hari mencapai 2.542 kematian. Jumlah itu menyumbang lebih dari seperempat (26 persen) total korban tewas karena Covid-19 di dunia, menurut Our World In Data. Kasus kematian Covid-19 terus meningkat, dengan krematorium berjuang memenuhi kebutuhan layanan.
Baca juga: CEPI dan Bio Farma Berkolaborasi untuk Dorong Percepatan Produksi Vaksin
Ada begitu banyak kematian hingga penguburan terjadi di kuburan Sao Paulo setiap beberapa menit. Bahkan di satu fasilitas, permintaan kremasi melebihi kemampuan hariannya, sampai tiga kali lipat.
Rekor wabah mingguan Brazil disebabkan oleh peluncuran vaksin yang tidak merata, kurangnya koordinasi dengan pusat dan varian baru virus corona. Para kritikus, seperti anggota dewan senior yang dekat dengan presiden, semakin menyalahkan Bolsonaro atas penanganannya terhadap pandemi. Bolsonaro menuai kritikan pedas lantaran berupaya menghalangi penguncian, mencibir pemakaian masker dan menabur keraguan soal vaksin.
Baca juga: Ratusan Anggota DPC PERADI Sidoarjo Antusias Ikuti Gelar Bakti Kesehatan Vaksinasi Covid-19
Situasinya suram dan, menurut para ahli, kondisinya hanya akan bertambah buruk. "Kami telah melampaui tingkat yang tidak pernah dibayangkan bagi sistem perawatan kesehatan publik sebuah negara," kata Miguel Nicolelis, seorang profesor Neurobiologi.
Dia menyayangkan kondisi tersebut padahal Brasil punya sejarah kampanye imunisasi yang efisien, dan petugas kesehatan yang tidak ada duanya di dunia. "Tahap selanjutnya adalah runtuhnya sistem kesehatan." Sistem perawatan kesehatan Brasil sudah terhimpit di bawah tekanan. Hampir semua unit perawatan intensif berada pada atau mendekati kapasitasnya. "Empat ribu kematian sehari tampaknya akan segera terjadi," kata Dr Jose Antonio Curiati, seorang supervisor di rumah sakit Sao Paulo, dikutip Rabu (31/3/2021).
Baca juga: Vaksin Booster Covid-19 Kedua Harus Bayar Rp100 Ribu
Bolsonaro telah berulang kali mengatakan bahwa lockdown tidak dapat dilakukan untuk ekonomi. Menurutnya, lockdown tidak dapat dipertahankan di negara di mana begitu banyak orang hidup dalam kemiskinan. Presiden berusia 66 tahun itu juga terus mempromosikan perawatan Covid-19 yang tidak berdasar. Bolsonaro menyarankan obat-obatan yang tidak efektif dan berpotensi berbahaya untuk mengobati penyakit.
Dia menyebut para gubernur dan walikota yang berencana menerapkan tindakan lockdown sebagai. Awal bulan ini, Bolsonaro mengatakan kepada warga Brasil untuk "berhenti mengeluh" tentang Covid-19. Para pengkritiknya, termasuk mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, telah vokal menentang penanganan pandemi yang dilakukannya. "Ini genosida terbesar dalam sejarah kita," tegas Lula. Dsy7
Editor : Redaksi