SURABAYAPAGI,Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya memperbolehkan para santri pulang ke rumah masing-masing dimaksudkan agar para pengasuh pondok pesantren maupun keluarga santri tidak merasa khawatir akan ancaman penularan Covid-19.
"Jangan ada pengasuh pesantren yang khawatir atau wali santri yang khawatir. Maka semua harus dikoordinasikan," ujar Khofifah, Jumat (23/4).
Baca juga: Lewat Program Rembug Santri, Pemkab Banyuwangi Serap Aspirasi Santri
Menurut Khofifah apalagi di saat yang bersamaan, kemungkinan santri-santri yang ada di pondok pesantren di wilayah setempat, akan pulang ke kampung halaman.
Baca juga: Khofifah Apresiasi Program Baznas Jatim, Bantuan Guru dan Perlindungan Pekerja Informal Diperluas
"Pada saat yang sama bahwa ada kepulangan para santri. Kalau para santri ini pulang, lalu jalan sudah disekat berarti mereka kan butuh surat pengantar," kata Khofifah.
Dalam hal ini pihaknya terus mengkoordinasikan terkait rencana penyekatan di perbatasan provinsi, dalam upaya mengantisipasi arus mudik lebaran idul fitri 2021. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah terkait dan jajaran kepolisian.
Baca juga: Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol
Selain itu, Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan skema terkait rencana kepulangan pekerja migran Indonesia asal Jatim, yang kontraknya segera berakhir. Khofifah mengungkapkan, ada sekitar 14 ribu pekerja migran Indonesia asal Jatim yang rencana dipulangkan sepanjang ramadhan ini.na
Editor : Mariana Setiawati