SURABAYAPAGI,Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya memperbolehkan para santri pulang ke rumah masing-masing dimaksudkan agar para pengasuh pondok pesantren maupun keluarga santri tidak merasa khawatir akan ancaman penularan Covid-19.
"Jangan ada pengasuh pesantren yang khawatir atau wali santri yang khawatir. Maka semua harus dikoordinasikan," ujar Khofifah, Jumat (23/4).
Baca juga: Proyek Kereta Surabaya-Sidoarjo Ditarget Rampung 2029, Konektivitas Jatim Ditingkatkan
Menurut Khofifah apalagi di saat yang bersamaan, kemungkinan santri-santri yang ada di pondok pesantren di wilayah setempat, akan pulang ke kampung halaman.
Baca juga: Khofifah Lantik 6 Pejabat Pemprov Jatim, Dorong Percepatan Digitalisasi Layanan Publik
"Pada saat yang sama bahwa ada kepulangan para santri. Kalau para santri ini pulang, lalu jalan sudah disekat berarti mereka kan butuh surat pengantar," kata Khofifah.
Dalam hal ini pihaknya terus mengkoordinasikan terkait rencana penyekatan di perbatasan provinsi, dalam upaya mengantisipasi arus mudik lebaran idul fitri 2021. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah terkait dan jajaran kepolisian.
Baca juga: Resmi Kukuhkan Pengurus, MUI Jatim Komitmen Dakwah Digital dan Kesehatan Mental Masyarakat
Selain itu, Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan skema terkait rencana kepulangan pekerja migran Indonesia asal Jatim, yang kontraknya segera berakhir. Khofifah mengungkapkan, ada sekitar 14 ribu pekerja migran Indonesia asal Jatim yang rencana dipulangkan sepanjang ramadhan ini.na
Editor : Mariana Setiawati