Bupati Sugiri Larang Salaman Saat Lebaran

surabayapagi.com
Bupati Ponorogo, Sugiri tak melarang tradisi silaturahmi saat lebaran namun tidak memperbolehkan jabat tangan. SP/PEMKOT PONOROGO

SURABAYAPAGI, Ponorogo - Tradisi silaturahmi dalam peringatan hari raya Idul Fitri 1442 H sudah mendarah daging di Indonesia, Perayaan lebaran pada tahun ini masih dilanda pandemi, maka dari itu Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mempunyai syarat yang harus dilakukan masyarakat saat silaturahmi yaitu harus tetap patuh pada protokol kesehatan.

"Tetap boleh tapi prokes ketat, tidak boleh jabat tangan. Jadi say hello saja," kata Sugiri.

Baca juga: Sebelum Lebaran 2026, Pemkab Tulungagung Targetkan Perbaikan Jalan Rusak Rampung

Sugiri juga meminta agar silaturahmi tersebut harus memperhitungkan waktu agar tidak terlalu lama.

"Jangan jagongan (ngobrol) lama-lama," lanjutnya.

Kebijakan ini diambil Sugiri agar suasana Idul Fitri tetap terasa namun angka penularan Covid-19 tetap bisa ditekan.

Sugiri sendiri meminta masyarakat Ponorogo yang berada di perantauan untuk tidak mudik terlebih dahulu.

Baca juga: Pelindo Regional 3 Sukses Layani 704.769 Pemudik Selama Masa Angkutan Lebaran 2025

Hal tersebut sesuai intruksi pemerintah pusat yang melarang mudik mulai 6-17 Mei 2021.

"Yang patuh (tidak mudik) alhamdulillah, tapi jika tetap ada yang tidak patuh, bobol, tetap kita kelola mencarikan solusinya," kata Sugiri.

Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo sendiri akan mendirikan posko penyekatan di dua tempat.

Baca juga: Masa Angkut Lebaran 2025, Penumpang di KA Daop Madiun Melonjak 7 Persen

Yaitu di Kecamatan Sawoo perbatasan dengan Trenggalek lalu di Kecamatan Badegan perbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah.

Di dua perbatasan tersebut, rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas GeNose untuk melakukan skrining awal pada masyarakat yang nekat mudik.tn/na

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru