Sidang Maidi : JPU KPK Dalami Kedekatan Maidi dengan Pemilik Butik, ATM dan Panggilan "Bu Nyai" Jadi Perhatian 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sejumlah fakta kedekatan hubungan terdakwa Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pemilik Butik Ulfa Mumtaza, Siti Ulfasyah, dalam sidang lanjutan dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (6/8/2026).

‎Salah satu fakta yang menjadi perhatian ialah kepemilikan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Negera Indonesia (BNI) milik Maidi yang disebut dibawah penguasaan Siti Ulfasyah. Fakta tersebut diungkap JPU saat mengonfirmasi keterangan saksi yang sebelumnya telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

‎Dalam BAP disebutkan, Maidi menyerahkan kartu ATM salah satu bank milik pemerintah kepada Siti Ulfasyah. Rekening tersebut disebut rutin menerima transfer dari Maidi dengan nominal sekitar Rp3 juta hingga Rp10 juta setiap bulan untuk digunakan apabila saksi membutuhkan.

‎Di hadapan majelis hakim, Siti membenarkan bahwa kartu ATM tersebut diberikan Maidi melalui sopir pribadinya, Irul.

‎"ATM itu diberikan Pak Maidi melalui sopirnya, Pak Irul. ATM dimasukkan ke dalam amplop. Uang yang dikirim itu untuk pemesanan suplemen dan pembayaran baju," ujar Siti.

‎Majelis hakim kemudian mempertanyakan alasan saksi bersedia menerima kartu ATM milik terdakwa.

‎Menjawab pertanyaan tersebut, Siti mengaku selama ini dirinya justru sering menolak menerima pembayaran secara tunai setiap kali Maidi berbelanja di butik miliknya.

‎"Saya tidak pernah mau menerima uang tunai saat Pak Maidi belanja karena memang saya tidak pernah mau dibayar. Mungkin karena itu saya kemudian diberi ATM," katanya.

‎JPU kemudian membacakan poin 9 alinea ketiga dalam BAP yang menyebut hubungan kedekatan antara saksi dengan Maidi yang tidak diketahui orang lain. Bahkan, dalam persidangan terungkap Maidi disebut kerap memanggil saksi dengan sebutan "Bu Nyai".

‎Namun, Siti membantah adanya hubungan yang disembunyikan. Menurutnya, yang dimaksud dalam BAP adalah komunikasi melalui telepon maupun WhatsApp yang tidak diketahui anggota keluarganya.

‎"Maksudnya saat telepon maupun WhatsApp tidak ada keluarga yang mengetahui," jelasnya.

‎Dalam persidangan, Siti juga mengaku cukup sering bepergian ke luar kota maupun ke luar negeri. Saat menemukan pakaian yang dinilai cocok, ia seringkali membelikan tiga hingga lima potong untuk Maidi.

‎Harga pakaian yang pernah dibelinya bahkan mencapai sekitar Rp12 juta. Menurut Siti, pembelian tersebut lebih dulu menggunakan uang pribadinya, kemudian diganti Maidi melalui transfer ke rekening yang ATM-nya berada di tangan saksi.

‎Persidangan juga mengungkap bahwa kartu ATM tersebut diminta kembali pasca kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

‎"Akhir Maret setelah Hari Raya, Mbak Lia dan Mas Hendra, putra Pak Maidi, meminta kartu ATM tersebut," ungkapnya.

‎Karena tidak segera menyerahkan kartu ATM itu, Siti mengaku akhirnya menitipkan kartu tersebut kepada Faisal Rahman untuk dibawa ke Jakarta.

‎"Kartu ATM itu akhirnya saya berikan kepada Faisal Rahman karena diminta untuk dibawa ke Jakarta," katanya.

‎Selain itu JPU KPK juga mengonfirmasi terkait proyek penunjukan langsung dari Pemerintah Kota Madiun yang disebut diterima anak Siti, Ahmad Sahrul. Di hadapan majelis hakim, saksi membenarkan adanya proyek tersebut.

‎Sidang dugaan pemerasan dengan modus CSR dan gratifikasi fee proyek yang menjerat Walikota Madiun Nonaktif Maidi berada dalam tahap pemeriksaan saksi. Dalam persidangan kali ini, JPU KPK menghadirkan 11 saksi untuk memberikan keterangan.waf

Berita Terbaru

Pemkab Madiun Siapkan Sejumlah Opsi Pendidikan bagi Anak Korban KM Virgo

Pemkab Madiun Siapkan Sejumlah Opsi Pendidikan bagi Anak Korban KM Virgo

Rabu, 07 Okt 2026 12:23 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun telah menyiapkan sejumlah opsi dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak keluarga…

Akses Warga Terputus Buntut Karhutla Gunung Butak Belum Padam Sepekan

Akses Warga Terputus Buntut Karhutla Gunung Butak Belum Padam Sepekan

Rabu, 07 Okt 2026 11:39 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menindaklanjuti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di hutan pinus di Gunung Butak, Kabupaten Ngawi, kini mulai dalam kondisi…

Perkuat Akses Pendidikan, Pemkab Trenggalek Siap Manfaatkan Rumah Inspirasi

Perkuat Akses Pendidikan, Pemkab Trenggalek Siap Manfaatkan Rumah Inspirasi

Rabu, 07 Okt 2026 11:34 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dalam rangka memperkuat akses pendidikan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bakal memanfaatkan Rumah Inspirasi…

Kejar Penilaian Swasti Saba 2027, Pemkab Ponorogo Benahi Indikator Kesehatan

Kejar Penilaian Swasti Saba 2027, Pemkab Ponorogo Benahi Indikator Kesehatan

Rabu, 07 Okt 2026 11:28 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai persiapan mengejar penghargaan tertinggi Kabupaten/Kota Sehat, Swasti Saba Wistara pada 2027, Pemerintah Kabupaten…

Minim Air, Petani Pacitan Terapkan Sistem Tumpangsari Palawija dan Tembakau

Minim Air, Petani Pacitan Terapkan Sistem Tumpangsari Palawija dan Tembakau

Rabu, 07 Okt 2026 11:17 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Melihat fenomena ketersediaan air minim di lahan sebagai dampak kekeringan, sejumlah petani di Kabupaten Pacitan, menyesuaikan pola…

Pastikan Akurasi Penyaluran Bansos, Pemkot Kediri Ajak Warga Daftar Perlinsos Mandiri

Pastikan Akurasi Penyaluran Bansos, Pemkot Kediri Ajak Warga Daftar Perlinsos Mandiri

Rabu, 07 Okt 2026 11:09 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Guna meningkatkan akurasi data sosial ekonomi dan memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran, Pemerintah Kota…