Stok Vaksin Dinkes Kabupaten Mojokerto Kosong

surabayapagi.com
Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto Langit Kresna Janitra saat dikonfirmasi. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Stok vaksin peruntukan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto kosong. Akibatnya vaksinasi pelayanan publik untuk pelaku pariwisata, pelaku usaha/pedagang, karyawan swasta dan BUMN tak bisa dilakukan sesuai jadwal.

"Ada stok vaksin tapi tahap kedua untuk dosis kedua di faskes, sisa hanya 534 vial. Tapi untuk di Dinkes sendiri kosong. Sudah kosong selama dua minggu lebih," ungkap Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto Langit Kresna Janitra, Rabu (28/4) siang.

Baca juga: Hutan di Gunung Biru Mojokerto Terbakar Hebat, 4 Regu Damkar Diterjunkan

Langit menyebut, sisa vaksin sebanyak 534 vial hanya bisa memenuhi kuota sisa dosis kedua saja. Itupun untuk SDM Kesehatan, sejumlah lansia, dan pelayanan publik tenaga pengajar.

Sementara, tercatat data yang diajukan Dispenduk Kabupaten Mojokerto terkait jumlah calon penerima vaksin secara keseluruhan di Kabupaten Mojokerto mencapai 886.062 vial.

Hingga kini pihaknya sudah menerima vaksin, baik dari Dinkes Provinsi Jatim dengan jenis Sinovac dan yang Polri berjenis AstraZeneca sebanyak 12.147 vial.

Baca juga: Komisi D DPRD Jatim Kawal Ketat Proyek Pipa SPAM Mojolagres 9M, Khusnul Arif: Kami Agendakan Sidak

"Untuk lainnya kita masih menunggu droping dari Dinkes Provinsi, dan tetap mengkonfirmasi kekurangan kita kesana. Ibu Bupati juga sudah mengirimkan surat ke Gubernur untuk memberikan kita vaksin tambahan," aku Langit.

Akibat kosongnya vaksin, lanjut Langit, membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak terhadap rencana pelaksanaan vaksinasi pelayanan publik di pelaku pariwisata, pelaku usaha/pedagang, karyawan swasta, maupun BUMN. Terlebih sektor pariwisata tetap di buka kendati pandemi Covid-19 belum berakhir. 

Kendati ia mengaku, bahwasanya para pelaku usaha dan pariwisata sudah mengajukan untuk dilakukan vaksinasi. "Kita hanya bisa meminta pelaku usaha, maupun pariwisata untuk tetap prokes ketat. Tetap masker, jaga jarak, hindari kerumunan, walaupun sudah dilakukan vaksin tetap prokes ketat gak boleh kendor," pungkasnya. Dwy

Baca juga: Tersendat Pasokan, Kelangkaan Solar dan Pertalite di SPBU Mojokerto Banyak Dikeluhkan

 

 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru