Petani di Mojokerto Pilih Beralih Tanam Jagung Imbas Pasokan Air Terbatas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Saluran air di areal persawahan Kecamatan Trimurjo harus dipompa agar dapat terdistribusi ke petakan sawah petani setempat. SP/MJK
Saluran air di areal persawahan Kecamatan Trimurjo harus dipompa agar dapat terdistribusi ke petakan sawah petani setempat. SP/MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pasca pasokan air mulai terbatas di musim kemarau ini, membuat sejumlah petani di wilayah Mojokerto, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, memilih menanam jagung ketimbang padi karena dinilai lebih mampu bertahan ketika ketersediaan air tidak mencukupi.

Sementara itu, para petani juga menghadapi ketidakpastian pasokan irigasi yang berpotensi dihentikan mulai September 2026. Sehingga, keputusan memilih jagung bukan tanpa alasan. Petani harus menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi sumber air yang tersedia agar risiko kerugian dapat ditekan.

"Kalau melihat kondisi air seperti sekarang, banyak yang pilih jagung. Saya sendiri juga tanam jagung karena kebutuhan airnya tidak sebanyak padi," ujar Indra, salah seorang petani setempat, Senin (31/08/2026).

Meski demikian, masih terdapat sejumlah petani yang memilih menanam padi. Tanaman padi yang berada di kawasan tersebut saat ini rata-rata masih berusia muda, dengan usia paling lama hampir satu bulan. Sebab, pada fase pertumbuhan tersebut tanaman masih membutuhkan pasokan air yang cukup agar tidak mengalami gangguan pertumbuhan maupun penurunan hasil produksi.

Kekhawatiran petani semakin besar karena mereka memperoleh informasi bahwa aliran irigasi berpotensi dihentikan selama proses rehabilitasi atau peremajaan saluran. Penghentian tersebut disebut-sebut berlangsung mulai September hingga Oktober 2026. Jika saluran harus dikeringkan untuk kepentingan pekerjaan, petani tidak lagi dapat mengandalkan sumber air utama tersebut. 

Ia berharap kondisi pengairan tetap mendapat perhatian sehingga petani dapat mempertahankan tanaman yang sudah ditanam dan menekan potensi penurunan produksi. "Risiko penurunan hasil pasti ada kalau air kurang. Harapan kami ke depan pengairan jangan sampai terlambat agar pertanian tetap berjalan," tutup Indra. mj-01/dsy

Berita Terbaru

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota (Pemkot) Batu membangun sistem pengolahan sampah terintegrasi…

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam mengatasi potensi banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat normalisasi ruang Sungai…

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha, istri sah Dwi Bagus Martono, membantah mengetahui maupun terlibat dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Har…

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMP, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Tertibkan Parkir Jalan Opak, Pemkot: Pengelola Wajib Terapkan Pembayaran Digital di Surabaya

Tertibkan Parkir Jalan Opak, Pemkot: Pengelola Wajib Terapkan Pembayaran Digital di Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 11:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyusul aduan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri terkait praktik pembayaran parkir secara tunai dan pengelolaan parkir yang…

Pemkab Ngawi Pangkas Perjalanan Dinas dan Seremonial Menyusul Efisiensi APBD 2027

Pemkab Ngawi Pangkas Perjalanan Dinas dan Seremonial Menyusul Efisiensi APBD 2027

Selasa, 03 Nov 2026 11:58 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 11:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menyusul kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, bakal mengurangi perjalanan dinas…