SURABAYAPAGI.COM, Malang - Sejak Sabtu (1/5) hingga Minggu (2/5) tercatat sebanyak sembilan PMI sudah berada di Safe House Jalan Kawi, Kecamatan Klojen Kota Malang.
Baca juga: Presiden Prabowo: Jangan Cari-cari Kesalahan Orang Lain
“Yang kemarin ada dua orang. Terus informasinya hari ini, yang masuk ada tujung orang. Jadi total ada sembilan orang,” ujar Kepala Dinsa Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Minggu (2/5).
Ia menjelaskan, sembilan orang PMI yang menjalani karantina di Safe House Jalan Kawi, Kota Malang yaitu tujuh orang perempuan dewasa dan dua anak kecil.
Husnul menambahkan, ke sembilan orang PMI tersebut akan menjalani karantina di Safe House Jalan Kawi, Kota Malang selama tiga hari. Sesuai dengan SOP (standard operational procedure) yang berlaku.
Husnul yang juga menjabat sebagai juru bicara Satgas Covid 19 Kota Malang ini juga mengatakan, bahwa para PMI tersebut tidak langsung datang ke Kota Malang. Melainkan transit terlebih dahulu di Surabaya untuk pendataan dan karantina.
Baca juga: Dipicu Harga Cabai Rawit Anjlok, Kota Malang Alami Deflasi 1,10 Persen per Januari 2026
"Dua hari sebelumnya, mereka menjalani karantina di Surabaya. Lalu kami jemput di tempat karantina Asrama Haji Sukolilo," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau kepada seluruh keluarga dari PMI agar sabar menunggu kehadiran para pekerja migran di kediamannya masing-masing.
"Pihak keluarga tidak usah datang ke Safe House Jalan Kawi. Karena juga tidak akan bisa bertemu, masih masa karantina. Jadi tunggu saja di rumah. Nanti sampai hari ketiga pemeriksaan swab PCR hasilnya negatif, baru kami sampaikan ke keluarga untuk dijemput," pungkasnya.
Baca juga: Momen Prabowo dan AHY Satu Mobil di SMA Taruna Nusantara Malang
Editor : Moch Ilham