SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Karena cuaca yang dinilai kurang bersahabat, eksplorasi bangkai Kapal van der Wijck yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim terpaksa dihentikan sementara.
Baca juga: Menteri Koperasi RI Sebut Sundra Family Care, Bisa Menjadi Opsi Pilihan Tepat Berbelanja Keluarga
Hal tersebut dibenarkan arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho. “Ya, kita hentikan sementara karena cuaca buruk,” katanya, Senin (3/5).
Eksplorasi akan kembali dilanjutkan setelah cuaca di perairan pantura Lamongan lebih jernih. Pasalnya, saat ini arus bawah laut di sekitar titik yang diduga sebagai tempat Kapal van der Wijck terbilang kencang.
Hal itu menyebabkan lumpur di dasar laut teraduk dan membuat air menjadi keruh.
Baca juga: Lele Sebarat 10 Kg, Milik Warga Plosowahyu Juarai Kolela, dan Dibeli Bos Namira Rp 25 Juta
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan Miftah Alamuddin mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses eksplorasi dan ekspedisi Kapal van der Wijck ke BPCP Jatim.
"Kondisinya memang seperti itu (cuaca buruk), kami akan terus berkoordinasi dengan BPCB Jatim terkait eksplorasi selanjutnya," terang Miftah.
Untuk diketahui, proses eksplorasi Kapal van der Wijck telah menemukan titik yang diduga sebagai lokasi bangkai kapal. Titik tersebut ditemukan setelah tim BPCB berjam-jam melakukan pencarian dengan menggunakan sonar.
Baca juga: Tak Kantongi Izin PBG, Beranikah Satpol PP Tutup Aktivitas Perum Zam-zam Residence...?
Tim eksplorasi bangkai Kapal van der Wijck ini melibatkan 13 orang dari Tim BPCB, nelayan setempat, tim scuba dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan serta Polairud. Tim ini sebelumnya juga telah bertamu dengan Bupati Lamongan untuk melaporkan pelaksanaan eksplorasi kapal yang mendapat julukan Titanic Indonesia ini.
Editor : Moch Ilham