SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Pengasuh Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Kabupaten Probolinggo, KH Mohammad Ahsan Qomaruzzaman atau Gus Akha dan akrab dipanggil Nun Aka diserang seorang pria.
Baca juga: Bukan Dicuri, Hilangnya Lampu Lalin di Perak Timur Gegara Kejatuhan Dahan Pohon
Aksi penyerangan tersebut sempat terekam dan videonya kini viral di media sosial (medos).
Dalam video, terlihat peristiwa penyerangan bermula dari seorang pria yang datang ke Pondok Baitis Sholihin, Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan atau Genggong timur.
Pria tersebut berdiri di depan Gus Akha dan kemudian melemparnya dengan piring. Gus Akha terlihat menepis piring yang menuju ke arahnya dan berusaha mengejar pria tersebut.
Nun Aka kemudian berkelahi dengan pria tersebut. Akhirnya pria tersebut dapat diamankan. Kemudian Nun Aka juga menanyakan motif kepada pria tersebut yang mencoba menyerangnya.
"Kamu nanya siapa Genggong yang nikah dengan putrinya Rhoma Irama, itu kan Kiai Hasan Ainul Yaqin. Punya masalah apa kamu sama beliau. Terus apa motif kamu kok nyerang putra-putri, apa motif kamu. Tadi kok 2 kali balik ke sini," kata Nun Aka.
Pria yang disebut asal Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo itu sambil menunduk hanya mengucapkan permintaan maaf.
Baca juga: Dukung Upaya Pemulihan Ekosistem Konservasi, Wisata Gunung Bromo Ditutup Sepekan
"Saya betul-betul minta maaf. Saya mohon maaf," kata pria itu.
Pria penyerang itu kini telah diamankan di Polres Probolinggo.
Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Rizki Santoso membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut saat ini pria yang menyerang pengasuh Pondok Pesantren Genggong Probolinggo telah diamankan.
"Kami sudah mengamankan pria tersebut dan kasus ini masih dalam proses penyelidikan," katanya.
Baca juga: Heboh! Gelombang Keresahan Iklan Videotron 'Aku Harus Mati' di Surabaya, Kini Dicopot
Ia menyebut pria berinisial MHS (28) itu masih dilakukan proses pemeriksaan kejiwaannya ke rumah sakit di Malang.
"Tadi sore sudah diberangkatkan ke RS di Malang dan kita tunggu hasil pemeriksaan," tandasnya.
Editor : Moch Ilham