Kemendag Bangkitkan Pemasaran Produk Aspal Buton

surabayapagi.com
Wamendag dorong peningkatan ekspor aspal Buton. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) kali ini akan membangkitkan produk aspal dari Buton, Sulawesi Tenggara, agar kembali berjaya seperti dahulu. Untuk melakukan itu, dukungan teknologi pemrosesan, logistik, transportasi dan perdagangan harus diperkuat.

Aspal Buton sangat terkenal sejak zaman kolonial Belanda, sehingga nama Buton selalu dikaitkan dengan aspal. Namun pada perkembangannya, aspal sintetis lebih banyak digunakan sehingga aspal Buton agak menurun penggunaannya.

Baca juga: Pemkab Jember Realisasikan Program 'Gerobak Cinta' Demi Perkuat Ekonomi Rakyat

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, aspal Buton harus dikelola dengan lebih baik agar punya daya saing yang kuat melawan aspal-aspal sintetis. Kemendag juga akan membantu pemasaran aspal Buton. 

“Pada intinya pengguna ingin aspal yang berkualitas dan harganya kompetitif. Untuk itu, di sektor produksi perlu didukung dengan teknologi yang bagus dan kami di perdagangan mendukung dengan sistem logistik, pemasaran dan akses pasar yang luas," kata Jerry, Kamis (3/6/2021).

Jerry juga melihat perlunya kerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta terkait pemanfaatan aspal Buton. Oleh karena itu, Jerry saat mengunjungi Buton bersama rombongan Kemendes belum lama ini, mengaku membicarakan sinergi terkait hal tersebut.

Baca juga: Pemerintah Seperti tak Lihat Kejadian di Lapangan

“Kita mulai dari yang dekat dulu. Di Kemendes kan ada dana desa. Kita tanya, bisa atau tidak salah satu penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur yang memakai aspal Buton,” kata Jerry.

Direktur Promosi dan Investasi Desa Kemendes Supriyadi mengatakan, sangat memungkinkan penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur memakai aspal Buton. Bahkan menurutnya, jika itu diwujudkan, maka dana desa akan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Itu artinya dana desa lembali ke desa, dan bahkan bisa bermanfaat maksimal untuk pembangunan daerah,” katanya.

Baca juga: Tinjau Pelatihan Kewirausahaan, Mbak Wali: Ini Upaya Pemerintah Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Bagi PEKKA

Wamendag dan Bupati Buton La Bakry menyambut baik pernyataan dari Kemendes tersebut. Mereka berharap hal itu bisa segera diwujudkan.

Kebutuhan aspal nasional setahun mencapai 1,5 juta ton. Buton berharap bisa mengisi Sebagian dari kebutuhan itu. Untuk itu diperlukan pengolahan yang memadai. Bupati Buton La Bakry merencanakan untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lasalimu untuk mengakomodasi pengembangan aspal ini.Kebutuhan aspal nasional setahun mencapai 1,5 juta ton. Buton berharap bisa mengisi sebagia  dari kebutuhan itu. Untuk itu, diperlukan pengolahan yang memadai. La Bakry merencanakan untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lasalimu untuk mengakomodasi pengembangan aspal ini. Dsy16

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru